Rencana Pembongkaran Pasar Besar Kota Malang Resahkan Pedangang.

0
461
IMG-20180103-WA0093
Loading...

Buktipers.com – Kota Malang (Jatim)

Pedangang pasar Besar kota Malang di Resahkan dengan isu yang berkembang di media massa yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Pasar Wahyu Setianto bahwa pasar besar akan mengalami pembongkaran.

Hal ini sangat meresahkan para pedagang yang mencari nafkah di kawasan itu.
Seperti yang di sampaikan oleh salah satu pengurus paguyuban pedagang emas Sulton mengatakan”beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca pemberitaan di salah satu media massa yang memberitakan tentang pernyataan Kadis Pasar Besar tentang rencana pembongkaran pasar besar.

Kami sudah menanyakan pada beliau tetapi beliau selalu berkilah padahal di media itu beliau sudah bilang kalau paguyuban pedagang pasar besar sudah menyetujui pembongkaran itu.

Yang jadi masalah pernyataan nya itu menimbulkan masalah saling curiga di antara paguyuban2 yang ada di lingkungan pasar besar.

Kami hanya minta kejelasan supaya hal ini tidak meresahkan kami yang mencari nafkah di pasar ini.

Kami siap kapan pun untuk di ajak berdialog tapi jangan membuat isu-isu yang tidak ada pertanggung jawaban nya”.tegasnya.

Sementara itu menurut salah satu pelaku bisnis di Kota Malang yang tidak mau di sebutkan identitas nya menyatakan”mesti nya kalau mau mengambil langkah apapun yang berkaitan dengan nasib ekonomi masyarakat atau pedagang mestinya di pertimbangkan dengan sangat matang.
Seperti pasar besar ini,jumlah Pedangang di pasar ini ada 5000 ribu orang,kalau memang pasar mau di bongkar pertimbangan relokasi nya seperti apa,di mana penempatannya sedang sekarang saja masih banyak masalah pasar yang belum mampu di selesaikan seperti pasar Kebalen,pasar comboran,pasar blimbing semua masih belum ada solusinya kenapa sekarang pasar besar yang akan di persoalkan.”jelasnya.

Karena masalah pasar ini masih buntu di dalam lobi pemerintah an,maka pak Sulton menyampaikan keluhannya ini pada salah satu kandidat calon terkuat calon wakil Walikota Malang H.Ahmad Wanedi dalam penyampaiannya politisi yang berlatar belakang pengusaha ini menyampaikan” saya akan coba komunikasi kan ini dengan pihak-pihak terkait seperti anggota DPRD kota Malang. walaupun saya belum menjadi pemimpin di kota Malang ini saya tetap akan membantu warga masyarakat kota Malang dengan segala kemampuan saya.
Saya sarankan ke depan pasar ini dapat di kelola secara profesional kalau saat ini pasar ada di bawah dinas.
Kedepannya pasar ini akan menjadi potensi ekonomi modern apabila di kelola oleh BUMD( Badan usaha milik daerah) artinya bahwa walaupun misinya bukan profit orieted namun bisa di kelola dengan baik untuk kesejahteraan dan jaminan penghasilan ekonomi bagi para pedagang.

Begitu pun dengan retribusi-retribusi yang saat ini tidak jelas alokasinya ke depan apabila di kelola dengan sistem yang modern dan profesional melalui BUMD maka akan jelas program-program alokasinya dan bisa di pertanggung jawabkan”.terangnya.

Sementara saat team media buktipres mencobanya mengklarifikasi hal ini lewat telpon kepada ketua DPRD kota Malang Drs.Abd.Hakim beliau menyatakan” DPRD sebagai lembaga legislatif menyerahkan pada pemerintah kota Malang dalam hal ini pihak eksekutif untuk bagaimana mengelola kembali pasar ini.

Kemudian untuk soal pembagunannya itu Monggo pihak mana yang bertanggung jawab membangun nya apakah pemerintah atau pihak matahari departemen store ini juga sampai hari ini belum ada kejelasan begitu pun dengan hasil lapfor tentang kejadian kebakaran yang tempo hari itu terjadi”. lanjutnya

“Sebagai ketua DPRD kami membuka komunikasi seluas-luasnya untuk menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pasar besar,baik itu Pemkot,pedagang maupun pihak investor”.tandasnya.(Hermin/red)

Loading...