RTLH di Aek Garut di Soal Warga

0
170
IMG-20171207-WA0009

BuktiPers.Com – Tapteng (Sumut)

Nurisa Nasution warga Desa Aek garut dusun III kecewa pada sikap Kepala Desanya, akibat bantuan rumah pada tahun 2015 yang lalu tidak dapat diterimanya, padahal rumah sudah di foto dan di data. Diceritakan Nurisa Nasution kepada awak media, Rabu (6/12/2017) bahwa 2015 lalu rumahnya sudah di foto – foto dan didata yang katantaya bakal mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni, tetapi sesudah bantuan itu keluar tidak dapat.

“Saya inikan termasuk orang susah dan rumah saya juga sudah termasuk tidak layak huni, kenapa sampai tidak dapat dibuat kepala desa tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Nurisa yang kesehariannya ini bekerja sebagai petani dan suaminya penarik becak mesin itu juga sebatas disewa, yakni mempunyai anak satu, berharap pada waktu itu mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni tersebut.

Saat disinggung tentang kepemilikan lahan Nurisa mengatakan ini lahan sudah dikasih yang punya selama seumur hidup, artinya lahan yang ditempat dirinya sekarang sudah diperbolehkan untuk membangun dan semua surat – surat lengkap, tapi kenapa bantuan itu tidak dapat di peroleh.

Sementara ada temannya sama – sama didata pada waktu itu, akan tetapi Si penerima bantuan sudah dalam keadaan meninggal tetap mendapatkan bantuan tersebut, “kenapa saya tidak dapat,?” kata Nurisa kepada kepala desa Sutan Budiarto Sitompul.

Merasa tidak senang Nurisa mendatangi rumah kepala Desa Aek garut tersebut, guna mempertanyakan tentang bantuan rumah tersebut, kenapa dirinya sampai tidak dapat menerima bantuan tersebut, namun Nurisa tidak mendapat jawaban dari kepala desa tersebut.

“Rumah ini yang kurehapnya ini papannya, biar ada tempat ruang belajar dan kamar anak, dari manalah uangku mau membangun rumah ini, ada bantuan tapi gak sampai ke tangan. Kalau rumah yang direhap papanya ini uang zakat yang dikasih kasih orang saat mau menjelang bulan puasa, itulah selama empat kali berturut – turut saya kumpulkan, baru bisa dibangun,” kata Nurisa.

Selain itu Nurisa juga tetap bersyukur masih mendapatkan bantuan beras raskin yang disalurkan pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kepada masyarakatnya.

“Saya juga sampai saat ini mendapatkan bantuan berupa beras raskin sebanyak 1karung bagi dua per kk nya, selain itu anak – anak juga dapat bantuan dari sekolah dari Kartu pintar, yang diterima selama setahun sekali sebesar Rp. 400.000 sampai kemanalah uang itu pak,” jelas Nurisa.

“Kalaupun saya tidak dapat bantuan rumah tidak layak huni saya juga tidak pala sakit hati, kalaupun disitu ada hak saya, yang penting saya tetap berdoa dalam mencari rezeki sehari – hari,” ungkap Nurisa menambahkan.

Sementara Kepala desa Sutan Budiarto Sitompul belum dapat di konfirmasi terkait hal ini. (JP/Red)