Ruang Kelas SDN Cipinang 01 Rumpin Bogor Ambruk Lagi, Siswa Terpaksa Belajar di Teras

0
75
IMG-20180125-WA0048

Bukti pers com – Cipinang (Jabar)

Ruang kelas yang ambruk pada November 2017 yang lalu hingga kini tak bisa digunakan karena belum mendapat dana untuk renovasi. Kabarnya akan masuk pada tahun anggaran 2019.

Mirisnya lagi, Ruang kelas SDN Cipinang 01 kembali rusak. Hal ini memaksa 190 siswa terpaksa belajar melantai di teras sekolah, rabu (24/1/2018). Musababnya, tembok sekolah retak dan atap ambruk akibat dimakan usia.

“Tak ada ruang kelas lagi bagi mereka untuk menimba ilmu. Dari lima ruang kelas, hanya dua yang masih layak digunakan. Itupun kondisinya cukup memprihatinkan”. Hancurnya kelas mereka diperparah oleh guncangan gempa di Kabupaten Lebak, Provinsi  Banten, Selasa (23/1/2018) dimana dua ruangan kelas ambruk. Hanya terasnya saja yang bisa digunakan. Beruntung, semesta sedang bersahabat. Sejak pagi hingga siang kondisi cuaca cukup cerah. Hal ini membuat Dani dan kawan-kawan bisa belajar. Tak terbayang, jika hujan turun, sudah pasti sekolah dibubarkan” jelasnya

Tidak hanya itu, kini para siswa harus bergantian mengunakan teras untuk belajar. Lantaran  yang lain juga rusak. Salah satu siswa kelas V SDN Cipinang 01, Dani (10) mengaku, baru pertama kali belajar di luar kelas. Namun ia  tetap bersemangat menerima satu persatu materi yang diberikan guru. Siswa SDN Cipinang 01 terpaksa belajar di luar karena kelas mereka tak bisa digunakan.

“Kelasnya rusak jadi belajar di luar,” ujarnya kepada Bukti pers com.

Kepala SDN Cipinang 01, Umamah mengaku telah berkali-kali melaporkan kerusakan. Namun hingga awal tahun ini, belum ada realisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ia pun berharap ada solusi bagi sekolah yang diasuhnya.

“Kasihan guru dan anak-anak karena kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu,” tukasnya.

Hal ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Rumpin. Terjadi silang pendapat menanggapi ambruknya ruang kelas SDN Cipinang 01. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Kecamatan Rumpin Nurbaeni menjelaskan, bangunan SDN Cipinang 01 sudah diusulkan dalam musrenbang. Tapi renovasi baru bisa dilakukan pada 2019 mendatang.

”Sudah masuk ke dalam APBD tahun depan,” ucapnya.

Sementara Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Rumpin, Agus justru mengaku tak tahu ada kerusakan sekolah di wilayahnya. “Saya belum tahu karena gak ada laporan yang masuk,” ringkasnya.

Sekedar diketahui, ambruknya ruang kelas SDN Cipinang 01 bukan kali pertama. Sudah dua kali terjadi hal serupa. Yakni pada 8 dan 13 November 2017. Atap tiga kelas berjatuhan ke lantai.(Choky)