Sarat Pelanggaran,Pemkab Labuhanbatu Rahasiakan Pembayaran Proyek Bermasalah

0
243
IMG-20180109-WA0085
Loading...

Buktipers.com – Labuhanbatu (Sumut)

Disinyalir sarat pelanggaran dalam pengerjaan proyek yaitu meski telah habis waktu namun pengerjaan proyek masih berlangsung.Ironisnya,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu   ternyata justru merahasiakan berapa persen telah dibayarkan atas pengerjaan proyek pembangunan kantor Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD),proyek lanjutan pembangunan kantor Bupati.

Padahal,diketahui bahwa pengerjaan ke dua paket proyek tersebut telah habis waktu,namun dilokasi ditemui pengerjaan ke dua paket proyek tersebut hingga sampai saat ini masih berlangsung.

Informasi yang dirangkum menyebutkan bahwa pengerjaan proyek pembangunan kantor DPKAD senilai Rp.4.400.000.000yang dikerjakan PT.Mitra Cendana Construction dan dan proyek lanjutan pembangunan kantor Bupati senilai Rp.6.500.000.000 oleh PT.Adrishta Pratama Sakti telah menerima pembayaran pekerjaan proyek sesuai dengan progres kerja.

Selain itu,kedua perusahaan konstruksi atas pekerjaan proyek tersebut juga dikenakan denda akibat keterlambatan kerja.

Mirisnya,belum diketahui dengan jelas jumlah persen pembayaran Pemkab Labuhanbatu atas kedua pekerjaan proyek bermasalah tersebut.

Pasalnya,pejabat Pemkab Labuhanbatu yang berkompeten menjelaskan perihal ini lebih memilih bungkam.

Plt.Sekda Muflih SH,Kepala BPKAD Indra Sila dan Plt Kadis PUPR Labuhanbatu Khairul Fahmi saat dihubungi Selasa,(9/1) guna meminta penjelasan enggan bersuara diam seribu bahasa.

“Langsung aja tanya Kadis Keuangan.”tandas Muflih lewat pesan WA nya.(dha)

Loading...