Sarbumusi, Perjuangkan Nasib Pekerja Kesehatan Yang Di Rumahkan RSUD Tamiang

0
540
IMG-20180314-WA0076
Loading...

Buktipers.com – Aceh Tamiang (Aceh)

Sarikat Buruh Muslim Indonesia (SARBUMUSI) Aceh, setelah melewati beberapa rintangan birokrasi dalam memperjuangkan nasib 290 pekerja kesehatan pasca dirumah kan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang 4 Bulan yang lalu. Rabu (13/03/2018) kemarin dijawab pihak managemen RSUD dengan duduk bermusyawarah, antara SARBUMUSI Aceh yang di pimpin Kamal Ruzamal, SE dengan pihak managemen RSUD dr Mustaqim bersama jajarannya di Ruang Direktur, Jalan Kesehatan, Karang Baru, Aceh Taming

Dalam musyawarah tersebut, pihak managemen RSUD menyampaikan beberapa hal terkait 290 pekerja kesehatan yang dirumakan serta solusi yang diberikan kepada Sarbumusi mewakili para pekerja yaitu dengan melakukan tes ulang bagi yang lolos seleksi administrasi secepatnya

“Beri kami waktu 1 minggu, untuk melakukan persiapan agar tes ulang bisa segera di adakan”, kata Direktur RSUD Tamiang

Menurut managemen RSUD kepada Buktipers.com, seperti yang di sampaikan dr. Mustaqim,  dari 290 yang di rumahkan tersebut, kemudian di himbau daftar ulang, hanya 255 orang yang telah melakukan pemberkasan dan regitrasi ulang. Setelah diseleksi phak managemen hanya 230 yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes ulang yang apabila lulus bisa bekerja kembali.

Berkaitan dengan 290 orang pekerja kesehatan yang dirumahkan, menurut dr. Mustaqim,  diawali tahun 2016 lalu, ketika ada seorang paramedis datang ke managemen lama, ingin bekerja di RSUD, saat itu managemen lama langsung menerima dan menempatkan tenaga medis tadi, tanpa melakukan pemberkasan administrasi hal  itu berlangsung dari tahun 2016 sampai tahun 2017 sehingga mencapai 290 orang tanpa pemberkasan.

Ketika dia di tugaskan sebagai Direktur, beberapa PR yang berhubungan  dengan tenaga magang dan juga berkaitan dengan akreditas(red-pengakuan) yang sedang berjalan yang harus diselesaikan, salah satu syarat untuk mendapat akreditas diantaranya, tenaga kerja yang harus mempunyai SK dan pemberkasan admintrasi, dikarenakan  290 pekerja saat masuk tanpa ada berkas, maka hal itu yang membuat 290 pekerja tadi terpaksa dirumahkan, karena tidak mempunyai sk dan pemberkasan data administrasi, dan untuk solusi agarr mereka bisa bekerja kembali maka dilakukan pemberkasan administrasi ulang, diikuti tes ulang”, pungkas Direktur RSUD Tamiang

Sementara itu, terkait persoalan 290 pegawai non PNS yg dirumahkan, ketua Sarbumusi Aceh, Kamal Ruzamal di dampingi sekretarisnya,  Herman kepada Buktipers.com mengatakan, bahwa manajemen tidak bisa asal-2 an merumah kan pekerja RSUD Aceh Tamiang, karena

untuk mengangkat dan memberhentikan pegawai non PNS harus ada Peraturan Bupati (Perbup).

Hal ini sebagaimana yg diamanatkan oleh Pasal 40 dan 42 Permendagri No.61/2007, Tentang pedoman tehnis pengelolaan keuangan BLUD RSUD. Apabila kita belum punya peraturan bupati, maka kita menggunakan UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan, karena  mereka pekerja biasa, tegasnya

Dalam musyawarah tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari, Kepolisian Resor Aceh Tamiang, Managemen RSUD dan Awak Media. (Tarmizi Puteh/Red)

Loading...