Sat Reskrim Polres Pulau Morotai Dan Sat Reskrim Polresta Manado Ringkus Pelaku Penipuan

0
93
IMG-20180212-WA0048

Buktipers.com – Morotai (Malut)

Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Pulau Morotai dengan Sat Reskrim Polresta Manado telah berhasil menangkap pelaku penipuan yang dilakukan oleh Archilex Kowaas (AK), warga Desa Kaleosaan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut). AK ditangkap pada Selasa 30 Januari 2018 sekitar pukul 00.30 WITA, di daerah Maumbi, Minut, oleh tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai AKP Dwi Yanuar, SH SIK dan Wakasat Reskrim Polresta Manado AKP Ikhwan Syukri, SH SIK.

Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai AKP Dwi Yanuar, SH SIK kepada sejumlah wartawan, senin (12/2/2018), di ruang kerjanya mengatakan, penangkapan terhadap AK dilakukan atas kasus penipuan terhadap Sdr. Hayati, salah satu warga Morotai yang dijanjikan untuk pembelian 1 unit mobil truck.

“Kejadian ini sejak 2015 lalu, dan dari hasil penyelidikan, pelaku baru bisa kita amankan di wilayah Minut,”ungkap Kasat Reskrim.

Mantan Kanit Reskrim Jajaran Polda Metro Jaya juga menjelaskan, Modus yang dilakukan oleh pelaku, yakni dengan menawarkan 1 unit kendaraan jenis Truck kepada korban, namun setelah korban menyerahkan uang pembelian untuk unit truck tersebut, dengan total biaya yang sudah dikeluarkan oleh korban hingga Rp 170 juta, pelaku langsung kabur dan menonaktifkan nomor ponsel miliknya.

“Jadi setelah korban menyerahkan uang kepada tersangka, tersangka tidak kunjung dapat menghadirkan kendaraan yang dimaksud, bahkan sejak 2016 tersangka juga tidak dapat dihubungi,”kata Dwi.

Saat ini, kata Perwira asal grobogan Jawa Tengah itu mengaku bahwa penyidik masih melakukan pengembangan terkait dengan kemungkinan adanya pelaku maupun korban-korban yang lainnya.

“Kita masih melakukan pengembangan, dan atas perbuatan pelaku, dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana 4 tahun,”akunya.

Kasat Reskrim juga menghimbau kepada masyarakat Morotai dan sekitarnya, agar tidak mudah percaya dengan modus jual beli kendaraan yang tidak jelas, atau dengan menjanjikan harga yang terlampau murah, dan sebagainya.

“Himbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus penipuan serupa dan mencegah adanya korban lain,”tandasnya.(oje)