Satpol PP Diduga Main Mata, Paguyuban PKL Batu Geram

0
160
Loading...

BuktiPers.Com – Malang (Jatim)

Soal relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan seputaran alun-alun KWB yang dilakukan Pemerintah Kota Batu beberapa waktu lalu. Rupanya tak digubris salah satu pedagang, itu terbukti dengan keberadaan satu lapak PKL yang terlihat berjualan di area dilarang berjualan.

Informasi yang diperoleh BuktiPers.Com dari paguyupan pedagang KWB, lokasinya tepat berada persis di sebelah kiri pintu masuk pasar Laron yang dilarang berjualan. Tentu saja menyulut reaksi keras dari beberapa pedagang dan ketua paguyupan yang lainnya terhadap aksi nekat salah satu PKL tersebut. Para pedagang beranggapan dalam merelokasi PKL Pemkot Batu dinilai tebang pilih dan diduga ada main dengan Pol PP BATU.

Sahid selaku Ketua Paguyuban Pasar Laron, “Tadi sempat menegur PKL itu mas, bahkan ibu-ibu pedagang yang tergabung di dalam paguyuban saya sempat adu mulut dan bersitegang kepada pemilik lapak itu. Maksud kami baik, kita semua harus mengikuti aturan yang diterapkan Pemkot Batu, bukan malah seenaknya sendiri,” kata Sahid, Selasa (7/8/2018) malam.

Sahid menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar diantara para PKL yang biasa berjualan di kawasan seputaran alun-alun Batu, pemilik lapak tersebut diduga main mata dengan Satpol PP.

“Kemarin itu sempat didatangi Satpol PP mas, justru Satpol PP seperti terkesan membiarkan. Buktinya pemilik lapak itu tetap berjualan sampai 4 hari, informasinya pemiliknya dekat dengan mantan Walikota Batu Eddy Rumpoko yang sekarang tersandung kasus korupsi,” ujarnya.

Hendrik, salah satu PKL yang tergabung di paguyuban Kartini, “Jika lapak dari salah satu pedagang itu sengaja dibiarkan dan tidak ditindak dengan tegas, maka tidak menutup kemungkinan para PKL yang lain otomatis akan ikut-ikutan juga nantinya,” ujar Hendrik.

Ditambahkannya, “Seharusnya pihak Pemkot Batu tidak tebang pilih dalam merelokasi pedagang. Dalam hal ini Satpol PP selaku penegak Perda harus tegas, bukan malah terkesan membiarkan. Lapak itu berjualan terhitung sudah 4 hari ini lho mas,” ujarnya.

Hingga berita ini dilansir, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda (Gakmada) Satpol PP Pemerintah Kota Batu Yopi Supriadi, saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA) yang bersangkutan tidak membalas. Bahkan, ketika dihubungi via telepon selulernya juga tidak ada jawaban, dan hanya terdengar nada sambung. (Yasin/Red)

Loading...