Selain Barus Ternyata, Ternyata Di Sorkam Juga Ada Makam Kerajaan

0
149
Loading...

BuktiPers.Com – Tapteng (Sumut)

Ternyata selain Makam Papan Tinggi dan Makam Mahligai yang berada di Kecamatan Barus,ternyata ada juga mahkam tua raja-raja dulunya di Kecamatan Sorkam, Tapanuli Tengah. Tepatnya dijalan Raden M.Saleh, Kelurahan Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah.

Seperti di peroleh informasi, tidak sedikit makam-makam raja yang ada lokasi tersebut, yang khusus dijaga.Ada juga pemakaman umum dilokasi tersebut,tetapi tidaklah sejajar dengan pemakaman raja raja di sini. Melihat dari kondisi Makam Kerajaan di Sorkam ini,tampak kurangnya minat masyarakat buat bergotong royong membersihkan makam Kerajaan Sorkam.

Untuk mengunjungi Mahkam Tua Raja-raja Sorkam ini, jika dari arah Sibolga terlebih dahulu melewati Sorkam Kiri di terdapat Pajak Onan, yang beraktifitasnya hanya hari rabu dan sabtu saja.Bersebelahan dengan Pajak Onan, ada jembatan yang di bawahnya mengalir air Aek Sibundong. Melewati jembatan ini lah,kemudian belok kiri kemudian tiba dengan sorkam kanan, mungkin kalau pendatang luar sepertinya kebingungan jika mau kelokasi, karena ada sorkam kanan dan kiri. Cara mengetahuinya mana Sorkam Kanan dan Sorkam Kiri adalah melihat dari arah hulu dan hilir sungai Aek Sibundong.

Belakangan diketahui Kecamatan Sorkam ini merupakan marga yang dominan kebanyakan Pasaribu dan Tandjung.
Tidak jauh dari pemakaman raja-raja Sorkam tampak salah satu rumah penjaga makam, Risman Mulyadi namanya.
Dirinya menuturkan makam-makam yang ada disini jarang dikunjungi melainkan pada bulan Ramadhan saja, disamping ada makam raja, ada juga pemakaman umum disekitar makam raja itu.

“Ia bang saya sejak menjaga makam ini sejak pada tahun 2007 ,makam ini sebanyak 108 makam terkhusus makam raja saja lain dengan makam umum ya. Paling tertua ada makam Raja Ahmad itu raja pembuka kampung disini,” ujar Risman, Minggu (17/06/2018).

Sebanyak 108 makam yang dijaga Risman, hanya Dialah yang sering menyiram dan mendoakannya.

Disinggung upah untuk  menjaga makam itu  yang ada atau tidak, Mulyadi hanya mengatakan tidak digaji. Hanya saja partisipasi para pengunjung lah pada dirinya.

“Terkadang saya kasihan melihat makam-makam disini, karena jarang disiram.Dan  terpaksa saya yang menyiram satu-satu makam ini sebanyak 108 makam.Kalau sudah terasa panas sering datang bisikan memanggil saya. Cemanalah saya kalau sudah begitu saya siramlah semua makam-makam kerajaan ini ,” Lirih Risman.

Lanjut Risman, di makam raja-raja sorkam barat ada dua raja yang paling tertua, namanya Raja Ahmad lebih dikenal dengan sebutan (datuk badara putih) dan Muhammad Husein raja terakhir. Para raja yang dulunya Pembuka kampung disini.Adapun Batu Nisan yang  terbuat dari batu cadas. Disamping itu juga kalau kita sedang berada dilokasi pemakaman melihat tulisan “Jirat rondah” pengertiannya adalah makam rendah.

“Jirat rondah artinya makam rendah, 108 makam data dari Pusat Jakarta pernah mendata lokasi atau titik ini,” Jelas Risman Penjaga Makam. Sementara Risman Mulyadi selain menjaga makam dirinya berkerja di Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dikontrak selama satu tahun lamanya semacam sistem outsourcing.

“Saya berkerja di Badan pelestarian cagar budaya (BPCB) disini masih sistem kontrak. Jabatan yang dipercayakan sama saya “jupel” (juru pelihara) kami disini ada dua sebagai juru pelihara ,satu lagi dari pemkab tapteng teman saya namanya Ernawati Gorat,” ungkap Risman.

Terkadang tidak ada upah sebagai penjaga makam tidaklah munafik hingga sekarang Risman malah sering mengujungi makam dan menyiraminya. Makam ini juga setiap tahunnya dikunjungi oleh Akbar Tandjung lantaran orang tua dari Akbar Tandjung dimakamkan di lokasi ini.

“Kalau ceritanya ayahanda dari Akbar Tandjung ini merupakan orang yang sangat terkenal dimana rumah mereka dulunya sangat megah,” ujar Risman. Luas pemakaman lebih kurang 1 hektar sudah tergabung dalam pemakaman umum. Miris rasanya jika pemakaman jarang dikunjungi.

“Mungkin kahrohmanya (kemulian) gak ada karena disini gak ada orang sering berniat gituan.Tapi sering saya temukan pagi-pagi gitu ada seperti dupa,sirih,rokok dan bunga gitu.
Saya tidak tau siapa yang meletak, mungkin tengah malam dia datang kadang dibawah pohon beringin diletaknya,” terang Risman. (Job Purba/Red)

Loading...