Siswa SMP Dianiaya Teman Diruangan Kelas, Pihak Sekolah Diminta Bertanggung Jawab

0
152
IMG-20180206-WA0023

Buktipers.com – Batang Hari (Jambi)

Ketua LSM ABRI Jambi Dian Burlian menyesalkan aksi brutal yang dilakukan teman korban di SMP 33 Pemayung Kabupaten Batang Hari Propinsi Jambi yang mengakibatkan Windy Risky (16) murid kelas II harus merasakan trauma dan terjadinya pembengkakan saraf di kuping dan rahang setelah mengalami benturan di bagian belakang telinga setelah di pukul oleh teman sekelasnya Andi Arian

Pihak sekolah katanya harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sebab terdapat unsur kelalaian yang dilakukan guru dalam kasus ini. Guru seharusnya bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak.

“Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah dalam hal ini guru  kelas dan kepala sekolah harus bertanggung jawab,” ujarnya melalui rilis seusai melakukan investigasi ke rumah korban di Desa Ture Kecamatan Pemayung Senin(08/02/18).

Ia mengatakan kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan perilaku seluruh murid didiknya. Ia yakin kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian.

“Semestinya, guru bisa langsung merespons. Bisa dengan menengahi kedua anak itu, atau memanggil orangtuanya. Apabila sudah tidak bisa lagi, maka harus dicari solusi efektif sampai kemungkinan mengembalikan kepada orang tua,” tuturnya.

Seperti diketahui, Windy Risky mengalami trauma serta harus menahan sakit di bagian belakang telinga setelah di pukul oleh teman sekelasnya diduga setelah terlibat perkelahian dengan temannya, Selasa

Ditanya soal hukuman kepada pelaku, Dian Burlian SH mengatakan kepada Wartawan Buktipers.com karena pelaku adalah anak-anak maka bentuk hukuman yang diberikan berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

“Proses hukum tetap bisa dilakukan, namun tetap harus mempertimbangkan hak-hak anak. Meskipun, dari aspek pidana, jelas ini sebagai bentuk kejahatan,” tutupnya.(Arian Arifin)