Viral, Salah Seorang Bupati Di Sulut Diduga Lakukan Penistaan Agama Di Medsos

0
202
IMG_20180210_145627

BuktiPers.com – Manado (Sulut)

Akhir-akhir ini warga Sulut dihebohkan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh seorang bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara berinisial (SL) Sehan.

Dugaan penistaan agama ini mencuat setelah viral di media sosial (medsos)  milik salah seorang aktivis yang juga seorang wartawan (AM) Arthur.

Dalam akun pribadi Facebook milik AM, AM mengutarakan ketidak-terimaannya mengenai ujaran yang mengarah pada Penistaan Agama yang diduga diutarakan oleh oknum bupati SL tersebut. Dalam akun pribadi FB miliknya AM berharap agar aparat kepolisian memproses dugaan Penistaan Agama tersebut.

“Penegak Hukum Harus Tuntaskan Kasus Dugaan PENISTAAN AGAMA. Kalau dibiarkan kapan ada efek jera…,” ungkap AM di akun pribadi Facebook miliknya.

Diketahui bahwa oknum bupati SL ini pada Agustus 2015 silam sempat diberitakan oleh beberapa media lokal yang memberitakan mengenai ujaran yang mengarah pada penistaan terhadap Nabi dan Tuhan agama tertentu. Dalam ujarannya oknum bupati SL mengatakan:
‘Jangankan Sahrul, Nabi Muhammad dan Tuhan Yesus pun kalau di Boltim masih bisa saya kalahkan’.

Dengan ujaran itulah akhirnya kembali menjadi viral di media sosial FB pada awal 2018 ini.

Ketika ditanyai awak media BuktiPers dalam sebuah wawancara dikediaman rumah dinasnya beberapa waktu yang lalu mengenai benar-tidaknya beliau pernah mengatakan perkataan tersebut, oknum bupati SL menampik kalo dia pernah mengatakan hal tersebut.

“Saya kira itu merupakan hal yang keliru, itu kesalahan salah seorang wartawan salah satu media lokal yang keliru memberitakan, namun si wartawan dan pimpinan medianya sudah meminta maaf kepada saya,” pungkas bupati SL

Dengan kejadian ini baik pihak SL dan pihak AM berinisiatif untuk melapor ke pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Keduanya saling melaporkan.

Menanggapi akan kasus ini, Organisasi Puser Minahasa (PM) lewat Ketua Umum Jersylee Lumantow mengatakan bahwa pernyataan oknum bupati Sehan (SL)  akan berdampak pada terganggunya keharmonisan hubungan antar umat beragama di Sulawesi Utara, dan ia berharap agar kasus ini supaya diusut tuntas oleh pihak yang berwajib.

“Menurut kami (Puser Minahasa) seorang publik figur atau tokoh pemerintah tidak elok jika mengeluarkan pernyataan seperti itu. Pernyataan itu berdampak kepada terganggunya keharmonisan antar umat beragama di Sulawesi Utara, dan kami menganggap bahwa itu salah satu pernyataan yang tidak terpuji. Harapan kami agar supaya ada tindakan hukum yg akan diambil oleh pihak Kepolisian atau pun dalam hal ini pak Gubernur untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama di Sulut karena ini sudah berbau SARA! yg berdampak kepada masyarakat luas khususnya di sulut, ” tegas Lumantow. 
(TL)