Wabup Dharmasraya Didaulat Lepaskan Anjing Pemburu Babi.

0
99

Buktipers.com – Minangkabau (Sumbar)

Ribuan warga pecandu olahraga buru babi lintas daerah, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi tumpah ruah di sepanjang jalan dan semak belukar berada di Kenagarian Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, dalam rangka persta alek nagari digelar Persatuan Olahraga Buru Babai (PORBI) Kabupaten Dharmasraya di arena perburuan Nagari Sungai Dareh Minggu (29/4/2018).

Kegiatan dalam rangka menumpas hama Babi dikemas dalam acara buru alek tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Dharmasraya H Amrizal Dt Rajo Medan, serta para Porbi dari luar daerah, seperti Solok, Payakumbuh, Bukittinggi, Padang, Pariaman, Sijunjung, Batu Sangkar, Agam, Kuantan Singingi, Muaro Bungo, dan beberapa daerah luar provinsi lainnya.

Zulkifli (Buyung Atut) Ketua Porbi Dharmasraya saat itu mengatakan bahwa, kegiatan buru alek nagari Sungai Dareh, sudah merupakan agenda tahunan. Bahkan tamu dari luar daerah sudah berdatangan sejak dua hari silam. Adapun kegiatan sebelum hari puncak, para tamu disuguhi berbagai macam hiburan, seperti saluang dangdut, dan rabab. Hal ini bertujuan agar para tamu merasa terhibur, dan tidak merasa jenu menunggu datangnya acara puncak.

Sementara itu, Wakil Bupati Dharmasraya H Amrizal Dt Rajo Medan, sebelum didaulat untuk melepaskan Anjing jago, mencari buruan berupa Babi kedalam hutan, diawali dengan pembukaan secara resmi acara.

Dalam sambutannya, sosok ninik mamak itu, menyampaikan bahwa buru babi merupakan olahraga dilakoni oleh masyarakat Minangkabau sejak dulu kala, dalam rangka membasmi hama Babi merupakan musuh utama petani.

Selain membantu petani dalam memerangi hama, juga sebagai ajang silaturahmi, dan memperbanyak teman. Bahkan kekompakan dan kebersamaan dikedepankan oleh perkumpulan organisasi Porbi, setidaknya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah sangat mengapresiasi Porbi Dharmasraya, terutama Porbi Nagari Sungai Dareh, serta pemuda dan masyarakat setempat, yang telah saling bekerjasama dalam mensukseskan alek besar ini.

Sehingga, kegiatan berjalan lancar dan sukses, mulai dari awal hingga akhir. Terpenting lagi, kegiatan buru Babi ini, telah membantu masyarakat dan petani dalam memberantas Babi menjadi musuh besar bagi petani sawit, karet, padi, jagung, serta petani tanaman muda lainnya, pungkas sosok ninik mamak yang ramah itu. (Syaiful Hanif)