Wakil ketua DPRD Ketapang Minta PT. WHW AR Tanggap Keluhan Warga Sungai Tengar.

0
590
IMG-20180109-WA0063
Loading...

Buktipers.com – Ketapang (Kalbar)

Wakil Ketua DPRD Ketapang Junaidi S.P meminta agar PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) agar dapat tanggap menyiapkan tempat penampungan air minum yang bisa dialirkan ke rumah warga, atau mengupayakan instalasi air bersih dari intake sungai Gayam

Hal ini diungkapkan Junaidi saat dikonfirmasi Buktipers.com via hubungan seluler Minggu (8/1/2018)malam.

“Kalau memang begitu harus cepat dicarikan solusinye, Dusun Sungai Tengar Kecamaran Kendawangan Kabupaten ketapang Kalbar Kepada PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR)” ujarnya

Selain itu juga Junaidi meminta agar pihak perusahaan dapat memperhatikan nasib warga sekitar yang tiap hari terkena debu pembakaran batu bara dari PT Well Harvest Winning Alumina Refinery.

“Saya meminta agar perusahaan dapat menjaga kesehatan di wilayah sekitar, karena dampak nya sangat besar dan membuat warga terserang TBC jika debu bekas pembakaran batu bara itu tidak diatas dengan cepat sebab debu bekas pembakaran batu bara ini harus di lakukan penelitian lebih lanjut terhadap dampak yang di hasil kan serta sejauh mana pencemaran udara di sekitar serta debu bekas pembakaran batu bara ini,
Apa lagi lingkungan sekitar belum lama ini abrasi pantai yang di duga akibat pembangunan pelabuhan yang belum memenuhi standar sehingga terjadinya abrasi pantai serta di tambah lagi cuaca yang tidak menentu sehingga terjadilah bencana dimana sepuluh buah rumah hanyut di terpa oleh gelombang pasang surut air laut yang tak menentu di tambah lagi belum ada nya pemecah ombak di lokasi tersebut” katanya.

Ia juga meminta agar permasalahan sosial juga harus di selesaikan dengan warga sekita, kita tidak mau dengan kehadiran perusahaan terbesar ini menjadi gunung es yang kapan saja bisa runtuh.terangnya.

Terpisah Aguslan Siregar Kepala Dusun Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan kab ketapang mengatakan dengan jumlah penduduk kurang lebih 350 Kepala Keluarga ini terbagi dalam tiga Dusun, dengan mata pencarian rata – rata berprofesi sebagai nelayan terang sang Kadus kepada media online buktiperes. Com saat di kompirmasi melalui via HP beberapa waktu lalu
Menurutnya sekarang masyarakat merasa resah dengan adanya WHW-AR yang ada di wilayah mereka, “debu batu bara bekas pembakaran WHW-AR yang bertebang ke atas atap rumah warga saat ini mengakibatkan atap rumah warga yang dulunya bersih menjadi kotor dan kumuh” Dia juga menambahkan kalau dulu hari hujan, airnya dapat di minum, namun sekarang tidak bisa lagi karena hitam atau ada bekas debu pembakaran batu bara yang berada di PT. WHW-AR yang diterbangkan angin sehingga mengakibatkan diatas atap rumah warga itu sekarang menjadi kotor dan sekarang air hujan yang dulunya jernih dan bis a dikonsumsi oleh warga namun sekarang berubah menjadi keruh dan tidak dapat dikonsumsi lagi
Namun hingga saat ini belum ada tanggapan serius tentang apa yang di rasakan masyarakat Sungai Tengar ini, kalau masalah bantuan tentang lingkungan baru sekarang aja ada tentang adanya bibit, potongan pasak bumi, yang di berikan WHW-AR kepada masyarakat, secara garis besar belum ada yang berdampak positif nya, hanya bersifat sementara sementara saja, karna ini merupakan tanggung jawab Pemerintah kepada lingkungan.

Saat terjadinya abrasi pantai pada intinya WHW-AR akan ganti rugi, namun hingga sekarang belum, sampai sejauh ini belum ada yang di buat secara nyata dan rill ungkap sang Kadus Sungai Tengar
Saya tidak mungkin mengingkari, secara kecil ada kontribusi perusahaan seperti acara adat kampong, dan acara biasa-biasa saja kalau sekarang ini secara kecil sudah ada.kata agus. (My/ras)

Loading...