Wali Murid Menjerit !!! Biaya SPP SMKN 1 Rawapitu Lampung Mahal

0
65

Buktipers.com – Tulang Bawang (Lampung)

Tulang bawang, lampung-Buktipers.com
Dugaan adanya pungutan liar(pungli) dengan jumlah yang fantastis di sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Rawa pitu kabupaten Tulang bawang provinsi lampung dinilai sangat membebani wali murid terlebih bagi wali murid yang tergolong tidak mampu.

Pasalnya,pihak sekolahan ini menetapkan jumlah pungutan seperti siswa/i kelas sepuluh harus membayar Rp.1.450.000 per siswa,kelas sebelas Rp.2.800.000 dan kelas dua belas sebesar Rp.4.000.000 dalam waktu satu tahun pelajaran.

Informasi tersebut berhasil di himpun dari beberapa murid di sekolahan ini yang mengaku di tarik dana tersebut,salah satu siswa kelas sepuluh jurusan tekhnik kendaraan ringan (TKR) berinisial “Dl” ia mengatakan dalam kurun waktu satu tahun dirinya harus membayar uang Rp.1.450.000 sebagai pembayaran uang SPP.

“sebelum nya kami di berikan surat edaran kepada orang tua (wali murid) perihal tentang rapat mengenai biaya-biaya sekolah, adapun proses pembayaran saya bayar nya dua kali pak nunggu panen karena orang tua saya pekerjaan nya petani”ungkap DD kepada buktipers.com

Hal yang sama juga dikatakan “SL” salah satu siswa kelas sebelas ,dirinya juga mengaku di tarik dana Rp2.800.000 dalam waktu satu tahun pelajaran untuk pembayaran SPP dan biaya PKL.

“kalau saya kelas sebelas di jurusan tekhnik sepeda motor (TSM) bayar nya lebih besar dari adik kelas,karena kelas sebelas ada biaya tambahan untuk PKL dan khusus untuk biaya pkl itu tergantung jenis jurusan nya masing-masing pak”jelas SL

Sementara keempat siswa kelas dua belas jurusan tekhnik kendaraan ringan (TKR) yang berinisial PN,RS,AT dan JK saat di temui reporter buktipers.com keempat siswa ini juga mengatakan mereka di pungut biaya sebesar empat juta rupiah per siswa dalam waktu satu tahun,adapun kegunaan dana tersebut untuk bayar SPP dan untuk bayar biaya praktek

“jadi untuk siswa kelas dua belas khusus nya di bagian TKR dalam waktu setahun kami bayar empat juta itupun seperti nya merata dengan jurusan yang lainnya khusus siswa kelas dua belas, mengenai rincian kegunaan dana empat juta itu kami kurang tau persis pak karena yang lebih tau adalah wali murid,cuma setau kami dana empat juta itu dua juta untuk SPP dan jua juta untuk praktek”ungkap keempat siswa ini.

Sementara dari pungutan yang di tetapkan oleh pihak sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri 1 rawa pitu ini sangat bertolak belakang dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud)
No 75 tahun 2016  disebutkan,pihak sekolah melalui Komite memang di perbolehkan untuk melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Namun, penggalangan dana dan sumber daya pendidikan itu berbentuk bantuan atau sumbangan, bukan pungutan,sumbangan sangat berbeda dengan pungutan,sumbangan bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, dan tidak ditentukan oleh pihak sekolah baik jumlah maupun jangka waktu pemberiannya.

Saat jurnalist buktipers.com konfirmasi ke Rohmanudin kepala sekolah SMK N 1 rawa pitu,sabtu(27/08/2018) belum dapat di konfirmasi lantaran saat di sambangi di sekolah rohman sedang tidak ada di sekolah dan beberapa kali di hubungi via ponsel namun tak kunjung di jawab.(anang/roby/junerdy/red)