Warga Apresiasi Pembangunan Pengerasan Jalan Pertanian Di Desa Hariara Pittu

0
106

BuktiPers.Com – Samosir (Sumut)

Proyek Pembangunan Pengerasan Jalan Pertanian Di Dusun II Desa Hariara Pittu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir yang saat Ini sedang dikerjakan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Karena sistim pengerjaannya adalah swakelola, dimana para pekerjanya asli warga setempat, mereka berupaya semaksimal mungkin mengerjakan proyek tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesuai ketentuan yang dianjurkan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.

Bersumber dari dana APBDes Rp.339.658.480, pengerasan jalan sepanjang 875 m, lebar 3 m dengan ketebalan 20 cm, dan batu material yang digunakan adalah batu pecah keras ukuran 20 x15 cm, batu bees ukuran 5 x 7 dan ditutup dengan pasir uruk lalu digilas dengan walas yang bermuatan 8 ton agar batu yang telah disusun rapi di sepanjang jalan yang baru dibangun tersebut bisa padat serta rata, sehingga para pengguna jalan yang menaiki kendaraan roda dua maupun roda empat bisa nyaman saat melintasinya. Proyek ini juga dibuat Plat Duiker 4 unit dengan panjang 5 m, lebar 1 m, serta di dekat jalan lintas pasar hitam juga dibangun saluran irigasi panjang 41 m, lebar lantai 40 cm dan tinggi 40 cm.

Kepala Desa Hariara Pittu, Parulian Pasaribu yang didampingi Kadus II Josten Pintubatu, Ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Viktor Limbong, Sekretaris TPK Subianto Simbolon, Bendahara Timbul Silalahi, Anggota Edu Siregar dan Sutrisno Lumbangaol, saat dikonfirmasi BuktiPers.Com di lokasi kegiatan, Selasa (26/9/2017) mengatakan bahwa mereka melaksanakan pembangunan pengerasan jalan pertanian tersebut sesuai dengan aturan yang telah dianjurkan oleh Pemkab Samosir beserta instansi terkait, agar mutu pembangunan itu bisa berkwalitas sesuai harapan, mereka siap menerima masukan atau saran dari berbagai pihak demi kebaikan.

Dengan adanya Pembangunan Pengerasan Jalan Pertanian ini , masyarakat petani di Dusun II Desa Hariara Pittu bisa cepat tepat untuk pergi ke lahan pertaniannya masing-masing dan sudah bebas mengendarai kendaraan untuk mengangkut hasil panennya. Sehingga masyarakat setempat bisa semakin makmur dan sejahtra nantinya,” ujar Parulian Pasaribu. (BP/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here