Warga Minta Kepala Desa Sihapas Diperiksa Terkait Pengerjaan Pengerasan Jalan Telford

0
271
IMG-20171128-WA0015
Loading...

BuktiPers.Com – Tapteng (Sumut)

Setelah diberitakan terkait permasalahan pembangunan pelaksanaan proyek perkerasan jalan telford yang berada di Desa Sihapas Kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Pihak Kepolisian Polsek Sibabangun langsung turun memonitoring pembangunan yang berada di Desa Sihapas.

Pasalnya, Pihak Personil Kepolisian Polsek Kecamatan Sibabangun langsung turun ke Desa Sihapas Dusun IV (Empat) Pada Tanggal 14 November 2017, guna dalam monitoring pelaksanaan proyek perkerasan jalan telford, yang diduga bermasalah, pihak Kepolisian Polsek Sibabangun langsung menjumpai Kepala Desa Penatius Ndraha di rumahnya.

Sebagaimana juga pihak Kepolisian Polsek Sibabangun dalam tugasnya hanya sebatas monitoring pelaksanaan proyek perkerasan jalan telford yang berada di Desa Sihapas tersebut, dimana Kepala Desa Penatius Ndraha memberikan sebuah rincian tentang dana anggaran pembuatan pengerasan jalan dengan sebuah kertas kepada pihak Kepolisian Polsek Sibabangun, yang tertulis realisasi APBD Desa Dana Tahap Pertama sebesar Rp. 464.340.000,- tahap kedua Rp.309.000.000,-. Sebagaimana dalam Pembangunan Telford Rp.50.000.000, Penglangsiran Bahan Rp.40.000.000, Upah (HOK) Rp.25.000.000,- Pelatihan Rp.50.000.000,- Batu Kali atau Batu Pecah Rp. 299.340.000,-.

Pihak Kepolisian Polsek Sibabangun juga tidak melihat plank yang terpampang di lokasi pembangunan pengerasan jalan tersebut, yang dimana selama ini masyarakat tidak pernah mengetahui pagu anggaran untuk pembangunan jalan yang berada di Desa Sihapas tersebut, padahal amanat UU Nomor 22 Tahun 2016 menegaskan bahwa pengelolahan Dana Desa harus transparan dan melibatkan peran serta masyarakat. Namun kenyataannya, sejak perencanaan hingga pelaksanaan, pembangunan perkerasan jalan telford tersebut tidak pernah melibatkan masyarakat.

Dikatakan warga sekitar pembangunan pengerasan jalan ini terlihat banyak yang ganjil mengenai dana yang dirincikan kepala desa Penatius Ndraha kepada Pihak Kepolisian, tulisan pembangunan telford yang ditulis kepala desa mencapai sekitar Rp.50.000.000 terlihat memberikan keterangan palsu, padahal pengerjaan yang diupah kepala desa per meternya hanya Rp. 40.000 kepada warga sekitar. Kalau dihitung pekerjaan yang baru selesai baru 350 meter, dihitung uang keluar baru sekitar Rp. 14.000.000 sisanya kemana, jelas YW yang namanya diminta diinisialkan.

Sementara itu juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapanuli Tengah, Tertanggal 20 November 2017 juga turun memonitoring pembangunan pengerasan jalan yang berada di Desa Sihapas, kedatangan pihak PMD terlihat hanya sekedar mengecek dan mengukur jalan tersebut, pihak Pemberdayaan Masyarakat Desa sebatas ini masih berkoordinasi dengan kepala desa terkait pembangunan pengerasan jalan telford tersebut.

Selain itu YW juga telah mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (27/11) guna mempertanyakan kelanjutan pembangunan yang berada di Desa mereka yang masih terbengkalai. Sambungnya pihak Pemberdayaan Masyarakat Desa sejauh ini masih tetap berkoordinasi dengan Kepala Desa Sihapas, agar pembangunan tersebut segera dilanjutkan kembali, dengan menunggu dana tahap ketiga itu jalan harus segera diselesaikan, kalau juga tidak selesai dibuat kepala desa jalan itu, kita juga tidak segan – segan akan melaporkan dirinya kepada pihak yang berwajib YW menirukan perkataan pihak dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tapanuli Tengah.

“Kalau jalan dengan bebatuan bulat gitu jangankan naik sepeda motor jalan kaki saja sudah susah melintasi jalan itu, pembangunan apa kayak gini batu bulat hanya diletakan saja dengan tata letak tidak beraturan,” ujar YW.

Menurut YW Kepala Desa Sihapas diduga menyelewengkan dana pembangunan jalan tersebut, selain itu masyarakat Desa Sihapas meminta tim ahli tehknik untuk mengkoreksi hasil kerja pengerasan jalan telford tersebut, terlihat banyak ketimpangan dalam pembangunan ini, pinta YW. (JP/Red)

Loading...