Beranda Serba Serbi 1 Kasek dan 12 Guru di Girsip Diberhentikan Bupati Simalungun karena Belum...

1 Kasek dan 12 Guru di Girsip Diberhentikan Bupati Simalungun karena Belum S1

64
0
Surat Keputusan Bupati Simalungun terkait pemberhentian sementara guru dari jabatan fungsional karena belum sarjana (S1).
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Sebanyak 13 orang Aparatur Sipil Nagara (ASN) di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), terpaksa diberhentikan sementara dari jabatan funsional, karena guru tersebut belum memikiki ijazah sarjana (S1).

Para guru ASN tersebut, masing -masing , Saryati Manurung selaku Kepala SD Negeri 091468 Sipangan Bolon, Relawati Hutagalung, Fintauli Simamora, Kosianna Ambarita, Julietta Silalahi, Josefin R Sinaga, Larmaida Sitinjak, Rodni Butar-Butar, Tiarmin N Simbolan, Ristama Simbolon, Rosmeli Saragih, Serlina Sirait, dan Rosmada Bakkara.

Menurut Kepala Koordinator Wilayah UPT Pendidikan Girsip, Juster  Sinaga menyampaikan, “para Kasek dan guru ASN yang diberhentikan sementara itu, menunggu memikiki ijazah S1. Ke 13 guru tersebut dari 16 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Dan ke 13 orang guru ASN itu telah menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara,”ungkapnya.

Baca Juga!  Gandeng Polwan Polres Kapuas Hulu, Brigpol Bernard Lala Bantu Pengidap Hidrosefalus

Dasar pemberhentian guru ASN itu, lanjutnya, sesuai  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16.-2007 tentang standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, dengan terusan  Keputusan Bupati Simalungun Nomor 188.45/5929/25.3/2019 tentang pemberhentian sementara dalam jabatan funsional guru yang belum memikiki ijazah S1, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Justen Sinaga juga mengakui, bahwa di setiap Sekolah Dasar di kecamatan, masih kekurangan guru kelas, guru agama, dan guru olah raga.

Di setiap sekolah kekurangan guru kelas dan keseluruhan kurang lebih 47 orang. Begitu juga guru olah raga dan agama, ujarnya.

Sesuai himbauan dari Dinas Pendidikan kabupaten Simalungun, supaya sekolah tetap  efektif dapat mengangkat tenaga honorer dengan pengajian dari dana BOS, serta sumbangsi masyarakat. Karena kegunaan dana BOS hanya  bisa digunakan 15 persen untuk gaji, jelas Juster.

Baca Juga!  Tinjau Longsor di Jembatan Sidua-dua, JR Saragih : Jalan Alternatif Segera Dibangun

Masih katanya, saat ini tercatat jumlah guru kelas di 16 SD di Girsip hanya 49 orang guru ASN. Yang seharusnya dibutuhkan sebanyak  96 orang, tegasnya.

“Sekolah yang kaseknya diberhentikan, supaya lancar pengajaran tetap dimonitoring oleh pihak kita (Korwil), selanjutnya menunggu arahan dari pimpinan Dinas Pendidikan di Raya. Bagi guru yang diberhentikan sementara dan mendapat uang sertifikasi ikut dihentikan,” ungkapnya lagi.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri 091468 Sipangan Bolon , Saryati Manurung, mengaku legowo dan menerima putusan yang diberikan oleh pimpinannya itu.

“Kalau memang itu sudah aturan, ya saya legowo aja, tapi saya tetap berharap ada perubahan kedepannya,” kata Saryati melalui telepon seluler.

Baca Juga!  Sempat Jadi Pengamen Jalanan, Noviana Akhirnya Bergelar Sarjana

(Stg)

Loading...