12 Ton Daging Lembu Subsidi Dibagikan Kepada Masyarakat Sergai

0
82
Wakil Bupati Sergai, H Darma Wijaya, didampingi istri, Hj Rosmaida Saragih saat foto bersama warga.

Sergai, buktipers.com – Wakil Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, bagikan daging lembu seberat 12 ton atau sebanyak 6 ekor lembu yang sudah disembelih. Daging lembu ini, dibagikan ke 6 kecamatan, yakni, Sei Rampah, Pegajahan, Perbaungan, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar dan Dolok Masihul.

Sedangkan khusus untuk masyarakat Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, hanya dua ekor lembu saja. Daging itu diserahkan oleh Wakil Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, bersama istri, Ketua GOPTKI Sergai, Hj.Rosmaidah Saragih, kepada warga, di samping rumah Dinas Wakil Bupati Sergai, Sabtu (23/5/2020), dengan harga subsidi Rp.100 ribu per kilogramnya.

Maya, salah satu warga Dusun X Desa Firdaus, mengaku senang, bisa memperoleh daging lembu dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. Perbedaan harga daging di pasar tradisional, berkisar Rp.20 ribu hingga 25 ribu per kilogramnya. Sedangkan daging lembu dari Wakil Bupati Sergai, dijual dengan harga subsidi hanya Rp.100 ribu/Kg, ungkapnya.

“Jelas ini sangat membantu kaum ibu dalam penghematan biaya untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Uang sebesar Rp.20 ribu bagi kaum ibu, itu sangat berarti dan bisa untuk membeli bumbu daging dan menambah bahan masakan di rumah yang dibutuhkan, “ungkap Maya tersenyum.

Ia berharap, Wakil Bupati Sergai dapat melanjutkan bakti sosialnya, membantu masyarakat. Sebagai warga, khususnya saya tetaplah mendo’akan beliau, berseta istri, agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, usia yang berkah dan sukses dalam mengemban amanah dari masyarakat kedepannya,  ucap Maya lagi.

Wakil Bupati Sergai, didampingi istri menuturkan, penyembelihan hewan ternak lembu ini, sudah dilakoninya sejak tahun 2000 yang lalu, berawal dari satu ekor dan dua ekor untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar di dusun, desa, kecamatan dan hingga kini tingkat kabupaten.

Namun, lama kelamaan, permintaan masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Makanya, lembu yang disembelih tidak lagi dua ekor, tapi terus bertambah dan meningkat jumlahnya dan diberikan keringanan bagi warga yang menginginkan daging tersebut dengan harga subsidi, ujarnya.

Nah, dengan adanya daging subsidi ini, diharapkan para pedagang yang ingin berspekulasi harga akan mengurungkan niatnya, sehingga tetap stabil harga daging di pasar tradisional, kata Darma Wijaya.

(ML.hrp)