13 Jam Digeledah, KPK Amankan 5 Koper Isi Berkas dari Ruang Kemahasiswaan Unila

0
1
KPK menggeledah Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila). Penggeledahan ini terkait dengan OTT yang dilakukan kepada Rektor Unila, Karomani (Ruslan AS/MNC Portal)
Dijual Rumah

Lampung, buktipers.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah gedung rektorat Universitas Lampung (Unila) selama 13 jam. Hasilnya, penyidik mengamankan lima koper berisi berkas.

Pemeriksaan ini dilakuka pada Senin (22/8/2022) di gedung Rektorat Unila. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Yulianto membenarkan jika penyidik KPK menyita ratusan dokumen yang ditempatkan di dalam koper. Tak hanya itu, penyidik juga menyita ratusan surat keputusan (SK).

“Kehadiran saya hanya sebatas menjadi saksi barang yang disita KPK,” kata Yulianto, Selasa (23/8/2022).

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik dari penggeledahan di Gedung Rektorat Unila.

“Ditemukan dan diamankan bukti-bukti, antara lain sejumlah dokumen dan barang elektronik yang diduga dapat mengungkap terkait peran para tersangka,” kata dia.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur mandiri di Unila tahun 2022.

“Analisis dan penyitaan berbagai bukti tersebut segera dilakukan untuk kebutuhan pemberkasan perkara dari para tersangka,” kata dia.

Dalam kasus dugaan suap mahasiswa baru di Unila ini KPK menetapkan empat tersangka. Sebagai penerima yakni Rektor Unila Karomani (KRM) bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi (HY), dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri (MB). Sementara pemberi ialah pihak swasta Andi Desfiandi (AD).

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan KRM yang menjabat sebagai Rektor Unila Periode 2020-2024 memiliki wewenang salah satunya terkait mekanisme dilaksanakannya Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) Tahun Akademik 2022.

Selama proses Simanila berjalan, KPK menduga KRM aktif terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta Simanila dengan memerintahkan HY dan Budi Sutomo, dan melibatkan MB untuk turut serta menyeleksi secara personal terkait kesanggupan orang tua mahasiswa.

Apabila ingin dinyatakan lulus maka dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan pihak universitas.

 

Sumber : iNews.id