130 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak! Ada Apa?

0
1
Ikan mati mendadak secara massal di Danau Maninjau mencapai 130 ton. Apa penyebabnya? (Antarasumbar/Yusrizal)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com- Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat kematian ikan di Danau Maninjau mencapai 130 ton. Diperkirakan kerugian petani mencapai Rp 2,6 miliar.

“Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin (14/2) pagi menjadi 120 ton pada Senin (14/2) sore dengan ukuran siap panen,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Rosva Deswira seperti dilansir Antara, Senin (14/2/2022).

Ia mengatakan 120 ton ikan itu berada di Rambai, Nagari Koto Malintang, sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani. Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100 petak keramba jaring apung milik 15 petani.

“Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan Tanjungraya sedang melakukan pendataan,” katanya.

Ikan mati mendadak secara massal itu diduga membuat petani mengalami kerugian sekitar Rp 2,6 miliar. Sebab, harga ikan tingkat petani sekitar Rp 20 ribu per kilogram.

Untuk itu, ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan dipindahkan ke kolam air tenang, agar tidak ikut mati.

“Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak,” katanya.

Penyebab Ikan Mati Massal Mendadak

Ia mengatakan ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat (11/2) sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu cukup tinggi.

Setelah itu, ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau. Beberapa jam, ikan menjadi mati dan mengapung.

“Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau,” katanya.

Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022. Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp 35,28 miliar.

 

Sumber : detik.com