17 Ekor Ternak Sapi di Kabupaten Simalungun Mati Kesambar Petir

0
4
WARGA membelah sapi yang mati di areal perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, Sabtu (29/8/2020). TRIBUN MEDAN/HO

Simalungun, buktipers.com – Warga Nagori Bah Tobu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dikejutkan dengan tergeletaknya 17 ekor ternak sapi, Sabtu (29/8/2020) sore kemarin.

Belasan sapi itu ditemukan tak berdaya di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Afdeling 8 Dolok Ilir.

Para pemilik ternak merugi dengan kematian sapi-sapi ini.

“Iya iya. Pas gerimis, disambar petir gitu aja. Sudah, sudah dikuburkan. Tapi nanti saya kabari lagi,” ujar Camat Dolok Batu Nanggar, Susilo kepada wartawan, Minggu (30/8/2020) sore.

Sapi warga yang mati tersebut diketahui biasanya diangon atau digembalakan di areal kebun sawit Afdeling 8 tersebut. Kejadian itu masuk ke telinga warga, setelah salah seorang pengembala memberitahukannya kepada warga.

Seorang warga, Anton Saragih saat dihubungi wartawan mengatakan, sebelum matinya sapi, hujan intensitas ringan turun di Serbalawan.

Hujan ini turun disiusul suara petir menggelegar sampai dua kali.

Petir yang kedua ini diduga menyambar puluhan lembu milik warga tersebut hingga menyebabkan kematian.

“Suara petir cukup dahsyat terdengar dua kali,” sebutnya.

Warga juga menyebutkan, beberapa lembu yang mati akibat disambar petir tersebut sengaja dibelah dan diambil perutnya lalu dinaikkan ke mobil.

Namun warga tidak tahu pasti, ke mana daging lembu itu dibawa.

“Gak tahu pasti ke mana, katanya mau dibawa ke kebun binatang. Sedangkan perutnya diambil supaya tidak tidak mengeluarkan aroma tak sedap (bau),” sebut warga.

Sementara itu, upaya Tri bun Medan, mengonfirmasi Polsek Serbalawan untuk menanyakan kemungkinan apakah sapi yang mati bukan karena petir, atau hal lain belum mendapat jawaban.

 

Sumber : tribunnews.com