18 Sekolah se Kabupaten Sergai Dapat Penghargaan Adiwiyata Provsu Tahun 2019

0
107
Sesi foto bersama dalam acara penyerahan penghargaan Adiwiyata kepada 8 Sekolah se Kabupaten Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Tahun 2019, digelar di SD Negeri 101956 Sukaramai, Dusun IX Sukaramai, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai, Selasa (18/2/2020), lau.

Sebanyak 18 sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang  menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Provsu tahun 2019 yakni: SMPN 1 Sei Rampah, SMPN 1 Tanjung Beringin, SMPN 2 Tebing Tinggi, SMPN 1 Bandar Khalipah, SMPN 2 Teluk Mengkudu, SMPN 2 Bandar Khalipah, dan SMPN 1 Serba Jadi.

Selanjutnya SDN 102011 Sei Buluh, SDN 104303 Kp Ibus Sei Rampah, SDN 106224 Kerapuh, SDN 101952 Tualang, SDN 101929 Perbaungan, SDN 101930 Perbaungan, SDN 108293 Perbaungan, SDN 101956 Suka Ramai, SDN 105377 Naga Kisar, SDN 106223 Pekan Kamis dan SDN 102061 Bangun Bandar.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman, Ketua DPRD, dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provsu, Dr. Ir. Binsar Situmorang, M.Si, MAP, para Kepala OPD, Korwil se-Sergai serta para Kepala Sekolah dan guru-guru serta undangan dari kabupaten/kota lainnya yang juga menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata.

Kabid  Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Panduan,  Mariduk Sitorus SKM, MAP melaporkan, bahwa penyerahan penghargaan sekolah peduli lingkungan dan budaya di lingkungan hidup (Adiwiyata) tahun 2019 memiliki makna penting, serta sebagai pedoman  lingkungan hidup yang lebih baik.

Penyerahan piagam penghargaan prestasi di bidang lingkungan hidup tingkat Provsu kepada 35 Kepala Sekolah yang hadir saat ini, yaitu berasal dari Kabupaten Sergai sebanyak 18 sekolah, Kabupaten Asahan 10 sekolah dan Kabupaten Labuhan Batu 2 sekolah serta Kota Tebing tinggi 5 sekolah

Melalui peran partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, kita telah melaksanakan program peningkatan kesadaran masyarakat melalui program perlindungan hidup sebagai penumbuhan karakter dan masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Kadis Lingkungan Hidup Provsu, Dr. Ir. Binsar Situmorang, M.Si, MAP mengatakan, dalam mewujudkan Sumut yang bermartabat, diimbau program Adiwiyata ini terus kita tingkatkan sebagai upaya dalam perlindungan dan pengawasan lingkungan hidup di sekolah, baik itu kontribusi tenaga lingkungan dan penanaman, pemeliharaan pohon, membuat lubang biopori dan sumur resapan serta melakukan penghematan terhadap penggunaan listrik.

Hal ini merupakan langkah-langkah untuk melakukan keberlanjutan lingkungan hidup kita kedepan. Oleh karenanya,  kami berharap Dinas Pendidikan agar dapat senantiasa terus mendorong dan membesarkan program serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk peduli lingkungan, katanya.

Atas nama Pemerintah Provsu, kami mengucapkan selamat kepada seluruh Kepala Sekolah dari 4 kabupaten/kota yang mendapatkan Adiwiyata ini. Mari kita tingkatkan bersama agar di tahun berikutnya bisa menjadi lebih baik lagi, ujarnya.

Ketua DPRD Sergai, dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, sangat bersyukur karena 18 sekolah di Sergai mendapat anugerah Adiwiyata. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Anugerah Adiwiyata Provsu tahun 2019 ini, bukanlah tujuan akhir dari kegiatan ini, katanya.

Kami sangat mengharapkan kedepannya seluruh sekolah negeri maupun swasta dapat memahami, menyadari dan pastinya peduli serta mengubah perilaku untuk dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, ucapnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Adiwiyata merupakan program dari Menteri Lingkungan Hidup RI yang bertujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman dalam sambutannya mengatakan, hal ini merupakan akumulasi dari satu niat dan kemauan untuk pembangunan berkelanjutan yang lestari. “Ada niat kalau tidak ada kemauan tidak akan bisa terjadi, begitu sebaliknya,”ujarnya.

Seperti juga dalam semua agama  disebutkan bahwa segala sesuatunya dilakukan oleh niat yang baik pasti hasilnya akan baik.  Dalam kaitan ini, disebut bahwa kita telah melaksanakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan atau sistem sustainable development.

Mendefinisikan bahwa sustainable development adalah yang pertama teknik bisa dikerjakan kemudian dari segi ekonomi mungkin perlu kita lakukan secara berulang-ulang, secara teknis dan ekonomi bisa dikerjakan dengan layak.

Visible sociality secara sosial dapat diterima oleh masyarakat kemudian secara lingkungan berwawasan, kemanusiaan menjadi kata kunci tentang pembangunan berkelanjutan, seperti di Kabupaten Sergai yang diwujudkan oleh Dinas Pendidikan yang dikenal dengan program Green Clean Life(GCL) serta Gerakan Pelajar Peduli Sampah (Gerappah).

Kami berterima kasih dengan program Gerappah hingga kebersihan lingkungan khususnya di lingkungan sekolah dapat tercapai.  ” Saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru di SD ini yang telah mempersiapkan tempat ini dengan baik semoga menjadi amal jariyah dan kebanggaan berkah buat kita semua,”ucapnya.

 

(ML.hrp/Rls)