2 Oknum ASN Pemkab Pesisir Barat Diduga Selingkuh

0
73
Foto ilustrasi. (Int)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bekerja  di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat diduga selingkuh.

Betapa tidak, kedua oknum ASN, berinisial HK dan RD yang menjabat sebagai Kabid dan Kasubag Kepegawaian di instansi yang berbeda tersebut, diduga sudah lama tinggal serumah alias kumpul kebo, tanpa status perkawinan yang jelas.

Kabar adanya dugaan perselingkuhan itu juga dibenarkan oleh YN, istri dari HK. Dan menurut YN, perselingkuhan antara suaminya dengan RD itu sudah berjalan cukup lama dan bahkan sudah bertahun-tahun.

“Malahan saya tau kabarnya mereka udah nikah siri,”ungkap YN  melalui telpon, Senin (29/11/2021) lalu.

Penulusuran wartawan di lapangan, meski HK diketahui masih memiliki istri sah dan HK maupun RD sama-sama bekerja sebagai ASN di intansi yang berbeda, namun hal itu bukan sebuah penghalang bagi HK dan RD untuk bisa tinggal serumah alias kumpul kebo disebuah kontrakan yang ada di likungan Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah.

Hal itu dibenarkan oleh pemilik kontrakan. Dan menurut sang pemilik kontrakan, HK dan RD memang sudah lama tinggal serumah.

“Sudah lama, sudah ada kalau satu tahunan lebih mereka tinggal disini bersama anaknya,”jelas pemilik kontrakan tempat HK dan RD tinggal kepada wartawan, Selasa (30/11/2021) lalu.

Ditemui di ruang kerjanya, saat dikonfirmasi, HK tidak menampik bahwa dirinya sudah lama tinggal serumah dengan RD, di sebuah kontrakan yang ada di Pekon Kampung Jawa. Namun demikian,  ia membantah  jika dirinya telah menikah siri.

“Kalau nikah siri saya pastikan itu nggak, mau gimana kalau nggak begitu kata saya dengan orang, (biar aman tidak dicurigai warga). Jadi tolong jangan permalukan saya, kita ini masih sama-sama orang krui. Ada saatnya kalian butuh saya, sapa tau nanti saya jadi Kadis PU, kan kamu orang juga yang enaknya nanti,”rayunya kepada wartawan, sambil berkali-kali meminta agar permasalahannya tersebut tidak diberitakan di media.

 

(Andi)