2 Pabrik Pembuatan Minuman Alkohol Ilegal di Medan Digerebek Bea Cukai

0
4
Bea Cukai saat menggelar konferensi pers penggerebekan minuman beralkohol ilegal di Medan. (Foto: istimewa)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Tim Gempur Bea Cukai Medan menggerebek dua pabrik pemasok minuman beralkohol di Kota Medan, Kamis (6/11/2020).

Dari kedua pabrik tersebut, petugas mengamankan ribuan minum beralkohol dan lima orang tersangka.

Kepala Kantor Bea Cukai Medan, Dadan Farid mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi terkait maraknya peredaran minuman beralkohol ilegal merek Samsu Putih dan Bola Dunia. Kedua jenis minuman tersebut diketahui sudah lama tidak diproduksi kembali.

“Petugas kami kemudian melakukan pembelian minuman tersebut dan melakukan uji laboratorium pada Balai Laboratorium Bea dan Cukai. Hasilnya, kedua jenis minuman tersebut memiliki kadar alkohol sebesar 31,94 persen dan 19,16 persen,” kata Dadan Farid.

Selanjutnya, petugas melakukan penelusuran dan memeriksan salah satu toko penjualan minuman di Jalan Bulan, Pusat Pasar Medan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bukti-bukti awal bahwa tempat tersebut telah digunakan untuk memproduksi MMEA ilegal, berupa Etiket yang belum ditempel, tong pencampur, botol kosong, tutup botol dan lainnya,” ucapnya.

Dari lokasi tersebut,petugas kemudian melakukan pengembanga ke salah satu rumah di Medan Area. Di rumah yang diketahui milik seorang berinisial MN, petugas menemukan barang buktiberupa dispenser untuk pengisian, alat dan mesin press tutup botol, tutup botol, segel plastik dan lainnya.

“Dari penindakan dua lokasi tersebut, kami mengamankan minuman beralkohol ilegal golongan C sebanyak 645 botol. Kemudian alkohol dalam jerigen berisi 30 liter dan lima jerigen berisi 25 liter yang diduga siap dikemas. Kemudian minuman alkohol golongan B sebanyak 550 botol dan dan 2 jerigen berisi 30 liter dan satu jerigen berisi 25 liter yang diduga siap dikemas. Kami juga menyita 1764 botol kosong,” ucapnya.

Dadan menyebutkan potensi kerugian negara yang dihasilkan dari penindakan ini adalah sebesar Rp 44.145.400.

“Berdasarkan keterangan saksi, minuman tersebut sudah diproduksi sejak tahun 2019, maka diperkirakan untuk produksi selama 12 bulan estimasi kerugian negara lebih kurang sebesar Rp360 juta,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id