2 Pengedar Narkoba di Labuhanbatu Ditangkap, Salah Satunya IRT

0
74
Personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap dua orang pengedar sabu. (Foto: istimewa)
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Personel  Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap dua orang pengedar narkoba di Labuhanbatu. Salah satu di antaranya merupakan ibu rumah tangga (IRT).

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan tersangka yang diamankan yakni ibu rumah tangga berinisial IKS alias Indah (26) dan seorang kurir sabu berinisial FA alias Rudi (33).

Kedua tersangka diamankan petugas di sebuah rumah kosong persis di depan SPBU.

“Kedua tersangka kami amankan saat transaksi di rumah toko yang kosong. Dari tangan tersangka kami mengamankan satu bungkus plastik klip berisi sabu seberat 100 gram, tiga unit ponsel, dan satu sepeda motor,” kata Martualesi, Senin (4/10/2021).

Martualesi mengatakan penangkapan kedua tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas terkait seorang bandar sabu berinisial AK yang merupakan suami Indah. Setelah sepekan melakukan penyelidikan, petugas kemudian berhasil mengamankan istri AK.

“Dari pengakuannya, Indah mau menjual narkoba karena kondisi ekonominya yang sulit,” ujarnya.

Martualesi menyebutkan, dari pengakuan tersangka Indah, barang haram itu didapat suaminya dari seorang bandar seharga Rp430 ribu pergrammnya. Sabu-sabu itu kemudian dijual lagi seharga Rp470.000 per gram.

“Jadi atas penjualan narkoba itu, AK dan istrinya Indah mendapatkan keuntungan Rp40.000 per gramnya,” kata Martualesi.

Sementara itu tersangka Fa alias Rudi adalah kurir yang disuruh tersangka AK untuk mengantarkan sabu-sabu itu dari Aekanopan ke istrinya di Rantauprapat. Atas jasanya itu, Rudi mendapatkan bayaran Rp1 juta.

“Untuk tersangka AK saat ini sudah kita masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) dan sedang kita buron. Kita minta yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” ucapnya.

Atas perbuatannya, terang Martualesi, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Subider Pasal 112 Ayat 2 pada Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ucapnya.

 

Sumber : iNews.id