2 Tempat Penampungan PMI Ilegal di Tanjungbalai Digerebek Polisi

0
28
Sejumlah PMI ilegal diamankan Polres Tanjungbalai. (Dok. Istimewa)
Dijual Rumah

Tanjungbalai, buktipers.com – Polisi menggerebek dua tempat berbeda di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), yang diduga dijadikan tempat penampungan sementara pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Sejumlah orang ditangkap dalam peristiwa tersebut.

Pengamanan PMI ilegal itu, diketahui dilakukan di Jalan HM Nur, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar dan di salah satu rumah di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.

“Ada tujuh orang dibawa, pengakuan dari yang bersangkutan katanya mau ke Malaysia,” ujar Suryadi, kepala lingkungan IV Kelurahan Pahang, membenarkan peristiwa tersebut saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (17/1/2022).

Kata Suryadi, kejadian tersebut terjadi pada Minggu (16/1) kemarin. Rumah tersebut milik seorang warga bernama Rajali.

Namun saat polisi datang dia sedang tak di rumah hingga istrinya ikut diboyong. Dugaan sementara rumah mereka dijadikan tempat penampungan dan transit sementara sebelum para PMI ini berangkat secara ilegal ke negeri jiran.

Di Kelurahan Sei Tualang Raso tersebut, didapati empat orang terduga calon PMI yang hendak berangkat ke Malaysia kini juga sudah diamankan di Mapolres Tanjungbalai. Hal tersebut dikonfirmasi langsung dan dibenarkan oleh Polres Tanjungbalai.

“Benar Polres Asahan ada mengamankan beberapa orang dari dua lokasi pertama di Jalan HM Nur di rumah warga dan di Pasar Baru rumah warga juga. Diamankan ada 11 orang,” kata Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Kasubag Humas Polres Tanjungbalai.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan dari mereka yang diamankan itu mereka dijanjikan akan bekerja di Malaysia.

“Mereka ada yang dari Medan, Aceh, Cirebon. Sekarang masih proses penyelidikan nanti kita sampaikan,” ujarnya sembari menambahkan PMI ilegal ini masih berada di Polres Tanjungbalai untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan ke dinas terkait.

 

Sumber : detik.com