Beranda Parawisata 20 Kapal Motor Tradisional di Kawasan Danau Toba Terima Sertifikat Ukur

20 Kapal Motor Tradisional di Kawasan Danau Toba Terima Sertifikat Ukur

215
0
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut, Putu Sumarjaya, saat penyerahan sertifikat ukur Kapal Motor (KPM), di Terminal Sosor Saba, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Kamis (16/5/2019). (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

20 unit  Kapal Motor (KM) di Kawasan Danau Toba, akhirnya mendapatkan sertifikat ukur. Sertifikat tahap pertama tersebut, merupakan surat ukur kapal yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat.

Sertifikat itu, langsung diserahkan oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut, Putu Sumarjaya, di Terminal Sosor Saba, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Kamis (16/5/2019).

Dalam acara penyerahan sertifikat ukur KM itu, disaksikan Kabid Status Hukum dan Sertifikasi, Rajuman Sibarani, Kanit Pol Airud Markas Danau Toba, Ipda A Pasaribu, Tenaga Ahli Menteri Kemaritiman ORI dan para pemilik KM yang ada di Danau Toba.

Kepala BPTD Wilayah II Sumut, Putu Sumarjaya, sebelumnya menyampaikan, bahwa proses pengurusan sertifikat kapal di kawasan Danau Toba baru pertama kali dilakukan secara massal.

Pasca tragedi KM Sinar Bangun tahun lalu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki sistem pelayaran dan keamanan berlayar KM, yang ada di Danau Toba. Hasilnya sebanyak 153 kapal telah dilakukan pengukuran, namun yang lulus administrasi masih 20 unit saja selanjutnya seusai Lebaran nanti, katanya.

Dia juga mengatakan, kendala para pemilik KM lainnya adalah ketidak lengkapan surat – surat, seperti NPWP pemilik dan fotocopy KTP yang tidak jelas. Saat kita lakukan input data secara online dan sistem langsung menolak.

Baca Juga!  Becak Motor Hias Ramaikan HUT Samosir ke15

Dia juga menegaskan bagi pemilik KM yang ada di Danau Toba, yang belum keluar sertifikatnya dan belum mengurus kelengkapannya, dihimbau agar melengkapi semua berkas yang bermasalah, sehingga dalam waktu dekat ini, bisa keluar sertifikatnya.

Putu Sumarjaya juga menghimbau kepada semua pengusaha KM yang beroperasi di Danau Toba ini agar melengkapi manifest dan life jacket, mengingat  jelang liburan lebaran semakin.

“Kami juga tak bosan bosan untuk menghimbau seluruh pengusaha kapal, agar melengkapi minimal manifest dan life jacket. Sesuai ketentuan, masing – masing kapal harus memiliki 125 persen life jacket dari jumlah kursi, ditambah 10 persen untuk anak – anak. Agar kejadian seperti KM Sinar Bangun jangan sampai terjadi lagi di Danau Toba,”katanya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kesyahbandaran Belawan, Rajuman Sibarani.

Dengan tegas, menyampaikan, agar seluruh pengusaha kapal tidak main – main terkait administrasi kelengkapan kapal.

Sekitar 300-an KM yang ada di Danau Toba ini hingga saat ini baru hanya satu pengusaha kapal yang sudah memiliki empat sertifikat dan dinyatakan layak berlayar secara kelengkapan perkapalan, di Danau Toba.

Baca Juga!  Sikapi Bangkai Ikan, Massa Pejuang Danau Toba Datangi Kantor Bupati Tobasa

Dari sekian banyak pengusaha KM di Danau Toba, baru KM Muara Putih 1 dan 2 dan 3 milik Jusman Sianturi dari Muara Tapanuli Utara yang memiliki izin layak berlayar, di Danau Toba.

Dia bahkan inisiatif sendiri untuk datang mengurus semua surat – suratnya dan selalu aktif berkomunikasi ke kami di Provinsi. Kiranya beliau jadi contoh bagi pengusaha lainnya, kata Rajuman.

Rajuman juga mengatakan, jika jumlah kapal sudah 80 persen yang sudah mengurus sertifikat. Pihaknya akan menindak tegas kapal – kapal dan pengusaha kapal yang tidak ikut aturan, ujarnya.

“Kami baru mulai ini, jadi ke depan, jangan kami disalahkan jika kami melakukan penindakan tegas, dan  sudah kita lakukan berbagai pembenahan, tolonglah diindahkan, demi keselamatan kita bersama. Jadi patuhlah kepada peraturan. Dengan demikian, libur lebaran tahun ini mampu mendongkrak jumlah pengunjung ke Danau Toba, itu menjadi gambaran, apakah masyarakat sudah pulih dari trauma KM Sinar Bangun tahun lalu,”ungkapnya.

Kabid Sahbandar  Belawan kembali mengatakan, bahwa 50 kapal yang ada di DanauToba sudah dilengkapi dengan radio untuk memudahkan komunikasi dengan pihak Sahbandar.

Ditambahkannya, kapal yang telah mendapatkan sertifikat surat ukur kapal, akan dilanjutkan ke tahap dua, yakni pengurusan sertifikat pas sungkan dan danau. Kemudian dilanjutkan tahap tiga, pengurusan sertifikat keselamatan kapal yang berlaku selama 1 tahun dan yang terakhir grosse akte kapal.

Baca Juga!  Menanggapi Soal Lahan Tanjungpinggir, Ketua DPRD: Akan Akomodir Aspirasi Penggarap

Grosse akte kapal, merupakan bukti kepemilikan kapal yang berkekuatan hukum tetap dan sudah dijadikan jaminan jadi agunan ke bank, katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli dari Kemaritiman ORI mengatakan,” bahwa yang paling penting adalah memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Salah satunya adalah dengan melengkapi berkas berkas kelaikan berlayar kapal. Intinya semua kapal harus punya surat. Jika tidak, maka akan ditindak tegas oleh petugas,”ujarnya.

Dia juga mengatakan, kalau mau wisatawan banyak datang ke Danau Toba, harus lah kapal – kapal dilengkapai persyaratan, agar wisatawan nyaman menaiki kapal tersebut.

Dan kapal kapal yang tidak dilengkapi dukumenya akan ditindak tegas, katanya.

Salah seorang pemilik KM, marga Siallagan, meminta pembangunan dok kapal yang selama ini mereka keluhkan agar mereka bisa terbantu. Lalu Tenaga Ahli dari Kemaritiman ORI,

langsung menjawapnya, “permintaan kalian saya akan jadikan ini sebagai bahan utama laporan saya ke kementrian,”katanya disambut tepukan meriah oleh seluruh peserta yang hadir.

(Stg)

Loading...