Konsumen Kartu Paket Internet Di Samosir Kecewa, Kapasitas Quota Dibeli Saat Digunakan Berbeda

0
174
Loading...

BuktiPers.com – Samosir (Sumut)

Maraknya penjuala kartu perdana internetan dari berbagai pihak provider yang di perjual belika di pasar melalui distrubutor mitra kerja provider masing-masing patut kita ajungkan jempol,untuk mempermudah konsumen memproleh kartu perdana interneran tersebut. 

Tapi disatu sisi sepangamatan awak media dilapangan dan juga keluhan Pengguna kartu perdana internetan (konsumen) mengeluhkan hal harga yang berbeda beda diperjual belikan di conter, outlet, bahkan di warung-warung yang pernah dibeli oleh konsumen, pasalnya Hak dari pada konsumen dipermainkan dengan membeli kartu perdana internetan sebesar 15 GB. Tapi lagi lagi konsumen merasa Kecewa dengan isi kuota lokal 10 GB tidak bisa mereka gunakan berhubung kartu tersebut berasal dari kota Medan dan kota Siantar sementara konsumen membelinya  di Outlet daerah Samosir.

Baca Juga!  Lagi-Lagi Walikota Siantar Terkesan Asal Tunjuk Pejabat Sebagai Plt

Hepan Naibaho warga Samosir ketika ngobrol 3 hari yang lalu kesalah satu awak media menceritkan kepahitan yang dialaminya, dia membeli kartu perdan internetan produk Telkomsel dari Medan sebesar 15GB seharga Rp. 75.000 tapi yang boleh dia gunakan cuman 3 GB untuk ceting Face Bookan,selebihnya dia tidak bisa menggunakannya lagi berhubung kuota internetan lokal 10 GB yg berasal dari medan tersebut tidak bisa dia gunakan lagi.  

Awak media juga mempertanyakan ini ke salah satu mitra kerja provider Telkomsel melalui Menager Cabang PT. WAHANA PUTRA YUDA yang berada di kab. Samosir bapak Yesafat Sitanggang,kenapa bisa perusahaan kalian bisa kebobolan dalam pendistribusian kartu perdana internetan yang berasal dari medan dan kota pematang siantar berada di samosir… ..? 

Baca Juga!  Ketua DPRD OKU Selatan Pasang Stiker Himbauan Tidak Merokok Di Kantor.

Yesafat selaku meneger cabang menjawab kepada awak media dengan jawaban enteng, Outlet yang membeli itu bang ke medan atau ke pematang siantar ketika kartu perdana internetan mereka kosong bukan kami yang menjualnya kemereka.

Lanjut, awak media  memepertanyakan kenapa kartu perdana kartu internetan tidak ditempelkan bandrol Harga,sementara kalau nomor kartu  perdana dibuat lebel harga, apakah ini tidak Pengkaburan(pembodohan) kepada konsumen….? 

Yesafat lagi-lagi menjawab dengan enteng itu sudah program dari telkomsel bang, dan terkadang dalam hitungan satu jam bisa harga kartu perdana internetan itu berubah ubah bisa mahal bisa juga turun akibat persaingan sesama distributor mitra kerja provider Telkomsel. 

Dalam hal situasi ini awak media melihat kok perusahaan sebesar ini pemerintah tidak melakukan pengawasan lebel harga buat kartu perdana internetan yang beredar di pasaran dari provider yang berada di Indonesia. (Soritua Manurung) 

Loading...