GMKI Tobelo Komisariat Morotai Lakukan Pembakaran Lilin Perdamaian

0
151
Loading...

Buktipers.com – Pulau Morotai (Malut)

Pada Kamis (17/05/2018) pukul 21.00 WIT di Gereja Getsemany Daruba, telah dilaksanan kegiatan doa kebangsaan dan pembakaran lilin perdamaian dengan berbagai elemen masyarakat terkait dengan aksi terorisme dan radikalisme. Kegiatan diselenggarakan oleh GMKI Cabang Tobelo Komisariat Morotai, dihadiri oleh Sekwan Alexander Wermasubun, Kapolsek Morsel AKP Jhon Solemede, Serka Ronald Pasaribu (Bati Tuud Koramil 1508-05/Daruba, Ayub Tabu (Senior GMKI), Ketua Badan Pengurus Cabang GMKI Tobelo Komisariat Morotai Ordan Pagama, para anggota pengurus cabang GMKI Tobelo Komisariat Morotai dan tamu undangan lainnya.

Mewakili Bupati Asisten II Setda Pulau Morotai, Alexander Wermasubun, menyampaikan penghargaan dan ucapann terimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota GMKI yang telah berinovasi dan berinisiatif merajuk acara doa kebangsaan dan pembakaran lilin untuk menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia. Secara khusus acara ini akan mampu membangkitkan semangat patriotisme dan semangat kebangsaan para pemuda Indonesia yang berada di Morotai masih tetap mencintai dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan sebagai anak Indonesia serta menjunjung tinggi persaudaraan dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyrakat berbangsa dan bernegara.

“Saya mengajak masyarakat Morotai untuk mampu melihat dan memahami eksistensi kita sebagai mahluk sosial yamg bermasyrakat. Sehingga lahir pribadi-pribadi yang berhati mulia, berhati tulus, dan memiliki cinta kasih dan pribadi yang selalu menjunjung nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air yang diimplematisakan dalam kehidpuan riil”, katanya. Menyikapi teror bom yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki eksitensi sebagai mahluk sosial yang bermasyrakat, kami berharap masyrakat Morotai tetap hidup sebagai masyrakat yang cinta damai, cinta persaudaraan dan cinta kekeluargaan.

Baca Juga!  Sanggar Seni TELUK STABAS Tampil Lagi Di Istana Negara

“Kami menghimbau kepada para Kades, para tokoh-tokoh masyrakat dan para mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap lingkungan tempat tinggal masing-masing. Apabila ada orang atau pendatang yang mencurigakan segera melaporkan kepada kepala desa dan pihak kepolisian terdekat, selalu membangun kerukunan hidup umat beragama, interen agama, dan hubungan dengan pemerintah sehingga tercipta masyrakat yang aman, damai, dan sejahtera”, pintanya.

Pembacaan pernyataan sikap Pegurus Pusat GMKI terkait bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya. GMKI menyatakan belasungkawa yang mendalam terhadap keluarga para korban yang meninggal karena bom gereja di Surabaya. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. GMKI meminta Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja Kemenkopolhukam, BIN, POLRI, TNI, BNPT dan institusi lainnya terkait penanganan tindak terorisme, setiap lembaga ini harus menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas tertinggi dan menggunakan semua potensi dan sumber daya yang ada untuk mengungkap jaringan terorisme yang ada di Indonesia. Presiden harus memberikan jangka waktu penindakan dan jika diperlukan melakukan reposisi apabila ada jajarannya yang tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya.jangan ada lagi rakyat Indonesia yang menjadi korban terorisme.

Baca Juga!  Untuk Dapatkan Pupuk Subsidi, Kelompok Tani Harus Siapkan RDKK

“GMKI mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan segenap lapisan masyarakat untuk selalu siaga, tidak takut, serta membangun jejaring keamanan dan koordinasi antar lembaga agar dapat bersama-sama mencegah aksi terorisme lanjutan yang mungkin akan terjadi disekitar kita”, kata Ketum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dalam rilisnya. Selain itu, GMKI mengingatkan semua tokoh masyarakat, tokoh publik, tokoh agama, pejabat, politisi serta guru/dosen untuk tidak lagi mengeluarkan ujaran dan doktrin kebencian terhadap suku, agama, ras dan golongan tertentu. Doktrin dan ujaran kebencian menjadi benih lahirnya paham-paham radikal yang menyebabkan terjadinya tindakan terorisme. GMKI meminta setiap pimpinan lembaga baik lembaga negara, lembaga agama, sekolah dan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan organisasi mahasiswa untuk mengupayakan, memastikan dan menjamin bahwa tidak ada satupun anggotanya yang menganut paham-paham radikal. Setiap lembaga harus menindak tegas para anggotanya yang mengeluarkan ujaran kebencian di media sosial, maupun dalam aktivitas sehari hari baik diruang-ruang publik maupun diruang tertutup. 

“GMKI meminta DPR RI untuk meninjau ulang rancangan revisi UU Anti Terorisme dengan memasukan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif dan sistematis serta sanksi pidana yang berat bagi para pelaku dan aktor intelektual tindakan terorisme. 

Baca Juga!  Sebulan Jadi TO, Polsek Perbaungan Ringkus Bandar Sabu

“GMKI kembali meminta pemerintah untuk melakukan pertemuan nasional dengan komponen lembaga agama, lembaga perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan organisasi masyarakat untuk membahas tentang langkah- langkah perlawanan terhadap paham radikalisme dan aksi terorisme”, pinta Sahat.

Ketua Komisariat Morotai Cabang Tobelo, Ordan Pagama dalam penyampaiannya, mengutuk keras serangkaian aksi pengeboman yang teljadi di Surabaya Jawa Timur. Peristiwa pengeboman ini merupakan duka seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam terhadap korban pengeboman Surabaya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Mendukung TNI/POLRI dan Pemerintah dalam menuntaskan serangkaian aksi pengeboman di Surabaya Jawa Timur”, katanya. Untuk mengantisipasi aksi terorisme dan tindakan radikalisme yang berbias pada instabilitas negara pada umunya dan khususnya daerah Kabupaten Pulau Morotai yang kita cintai ini. Maka kami meminta Polri dalam hal ini Polres Pulau Morotai untuk menjaga setiap tempat ibadah serta memperketat keamanan yang ada. Meminta kepada TNI/POLRI dan pemerintah untuk melibatkan semua stacholder disemua jenjang mulai pemerintah desa dan tokoh masyarakat serta tokoh agama dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan ujaran kebencian dan berita berita hoax melalui media sosial atau media lainnya”, pinta Ordan.(leo-mor)

Loading...