3 Pelaku Pembunuhan Ayah Tiri di Empat Lawang Menyerahkan Diri, Motif Dendam

0
1
Sejumlah warga menggali jenazah korban yang dikubur di kebun karet. Korban tewas dibunuh istri dan anak tirinya. (Foto : MPI/Amri wijaya)
Dijual Rumah

Empat Lawang, buktipers.com – Tiga pelaku pembunuhan terhadap Heriyanto di Desa Bandar Agung, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang menyerahkan diri ke polisi.

Mereka sebelumnya kabur ke daerah Bengkulu usai membunuh dan menguburkan korban. Ketiga pelaku yakni istri korban, Roaini, Salman Khan (anak tiri) dan Asefta (keponakan). Ketiga pelaku kini masih diperiksa intensif di Mapolsek Pendopo.

“Ketiganya menyerahkan diri ke Polres Rejang Lebong, Bengkulu, pada Minggu (10/8/2022). Kemudian dibawa ke Polsek Pendopo guna proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolsek Pendopo, AKP Gunawan, Senin (11/7/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata dia, motif pelaku utama yakni Salman, nekat menikam ayah tirinya karena kesal dan dendam kepada korban karena sering menganiaya ibunya.

“Roaini ini sering mengalami KDRT oleh korban. Hal itu membuat pelaku Salman dendam,” katanya.

Dia mengungkapkan, kasus pembunuhan ini bermula saat korban dan istrinya yakni Roaini terlibat pertengkaran di pondok kebun mereka pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 01.45 WIB.

“Pasangan suami istri itu bertengkar. Bahkan menurut pelaku Roaini, korban sempat menembaknya menggunakan senapan angin dan mengenai pelipis matanya,” katanya.

Kemudian, Salman Khan yang saat itu mengetahui pertengkaran itu langsung mendekati pondok sembari membawa pisau.

Melihat ibunya terluka, Salman emosi dan langsung menikam ayah tirinya itu berkali-kali hingga tewas.

“Pelaku Salman ini saat itu memang berada di pondok yang lokasinya tidak berjauhan dengan pondok milik korban,” katanya.

Tak lama kemudian, datang Asefta yang merupakan keponakan dari kedua pelaku. Ia juga sempat membawa Roaini untuk berobat ke bidan desa. Kemudian, ketiganya menguburkan mayat korban tak jauh dari pondok tersebut.

“Mayat korban dikubur tidak terlalu dalam sekitar 40 sentimeter. Kemudian ditutupi rumput dan daun,” katanya.

Selanjutnya, ketiganya memutuskan untuk melarikan diri ke rumah keluarga mereka di Desa Muara Saling, Bengkulu dan menceritakan kejadian yang mereka alami. Mereka lalu diarahkan untuk menyerahkan diri ke polisi.

 

Sumber : iNews.id