4 Kurir Sabu asal Aceh yang Transaksi dengan TNI Divonis 17 Tahun Penjara

0
4
Suasana pembacakan putusan empat kurir sabu. (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Sebanyak empat orang terdakwa kurir narkoba asal Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dijatuhi pidana penjara selama 17 tahun.

Mereka adalah Muhammad Hoyan Alias Hantu (18), Izzal Alwi (19) Aris Munandar (19) serta Nauval Haikal (19) Vonis terhadap keempatnya dibacakan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Mohammad Yusafrihadi Girsang, di ruang Cakra 3, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/3/2022).

Dalam amar putusannya majelis menilai keempat tersangka terbukti bersalah menguasai secara tanpa hak narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram.

Perbuatan itu melanggar ketentuan pada Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan kepada keempat terdakwa pidana penjara masing-masing 17 tahun,” kata hakim Muhammad.

Selain pidana penjara, keempat tersangka juga dijatuhi pidana denda senilai Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta agar hakim menghukum mereka dengan hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Hakim meringankan hukuman para terdakwa karena dianggap berlaku sopan selama persidangan dan telah mengakui perbuatan mereka.

Para terdakwa juga sudah berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Atas putusan itu, baik JPU maupun penasehat hukum keempat terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Perkara ini bermula dari penggrebekkan yang dilakukan Polisi di kamar nomor 211 di Hotel Serena Anggrek, Jalan Gatot Subroto, Medan Sunggal, Kota MEdan pada Sabtu, 31 Juli 2021 lalu.

Dari penggrebekkan itu, Polisi menangkap keempat tersangka dengan barang bukti timbangan elektrik serta bungkus plastik klip kosong.

Tidak ada temuan narkoba saat itu. Namun saat penggrebekan berlangsung, ada seseorang yang menghubungi melalui ponsel salah seorang tersangka dan menyatakan akan mengantarkan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 2 kg.

Orang yang menghubungi itu lantas meminta para tersangka turun menemuinya di parkiran di hotel tersebut. Polisi pun langsung mengerahkan personel dan berhasil menangkap orang tersebut. Belakangan diketahui, pengatar narkoba itu bernama Abdullah.

Dia merupakan seorang oknum prajurit TNI AD yang berdinas di Detasemen Polisi Militer 1/5 Medan. Abdullah kemudian ditangkap bersama barang bukti dua bungkus teh china berisi sabu-sabu dengan berat masing-masing 1.020,76 gram dan 1.016.90 gram.

Sabu-sabu itu diantarkan kepada para tersangka atas perintah seseorang bernama Azizal yang hingga kini masih buron. Rencananya jika berhasil diserangkan ke para tersangka, sabu-sabu itu akan dipecah menjadi 8 bungkusan dengan berat masing-masing 250 gram.

Kemudian diselipkan di sepatu masing-masing tersangka untuk kemudian dibawa ke Banjarmasin dengan terlebih dahulu singgah di Pekanbaru. Namun belum sempat diserahkan, keempat tersangka yang sudah menunggu dihotel, ditangkap.

 

Sumber : iNews.id