5 Fakta Anggota TNI di Gorontalo Meninggal Diduga Dianiaya Rekan, Nomor 3 Memilukan

0
1
Keeenam oknum anggota Batalyon yang diduga terlibat dalam kasus meninggalnya Prada Candra Gerson Kumaralo. (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Manado, buktipers.com – Prada Candra Gerson Kumaralo, anggota TNI yang bertugas di Batalyon Infanteri Raider 715/Motuliato, Gorontalo diduga meninggal dalam kondisi tidak wajar.

Kakak almarhum, Jessica Trevor Kumaralo kemudian membuat surat terbuka yang viral di media sosial untuk mencari tahu penyebab kematian adiknya.

Informasi diperoleh, penyebab kematian Prada Candra melibatkan enam orang rekannya di Batalyon. Mereka kini menjalani pemeriksaan dan sudah ditahan.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum iNews atas kasus meninggalnya Prada Candra:

  1. Berawal dari surat terbuka

Kasus ini menyita perhatian publik, khususnya warga Sulawesi Utara saat keluarga Prada Candra membuat surat terbuka di media sosial. Dia mencurahkan seluruh keresahan keluarga karena hanya mendapat sedikit informasi mengenai penyebab kematian Prada Candra. Mereka masih terguncang, sang adik yang baru bertugas pada tanggal 2 April 2021 dalam kondisi sehati tiba-tiba dikabarkan sudah meninggal.

“Adik kami bernama Candra Kumaralo adalah TNI AD, ditugaskan di Yonif Raider 715 Gorontalo pada tanggal 2 April 2021. Selama adik saya di sana, kita sekeluarga cuma berkomunikasi dengan ponsel, terakhir keluarga berkomunikasi tanggal 11 Juli 2021 kondisinya dalam keadaan baik,” tulis Jessica warga Desa Temboan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara tersebut, dikutip Jumat (3/9/2021).

  1. Keluarga terima kabar duka mendadak

Jessica menceritakan, pertama kali mendapat kabar adiknya Prada Candra dalam kondisi sakit pada tanggal 18 Juli 2021 malam. Ayahnya ketika itu ditelepon salah satu pelatih yang memberitahukan informasi tersebut. “Ayah saya hanya minta tolong untuk menjaga adik kami, nanti besok pagi ayah dan ibu kami akan pergi ke Gorontalo. Tapi nyatanya pada esok harinya, tanggal 19 Juli 2021 sebelum ayah/ibu saya berangkat ke Gorontalo mereka menelepon dan mengabarkan adik kami sudah meninggal,” katanya.

Keluarga terkejut lantaran baru semalam ditelepon sakit, paginya sudah dikabarkan meninggal dunia. “Kalau pun adik kami sakit parah kenapa tidak dibawa ke rumah sakit, tapi ini adik kami meninggal hanya di ruang kesehatan,” tulisnya.

  1. Kondisi jenazah ada lebam

Jenazah Prada Candra kemudian langsung dibawa pulang ke kampung halaman. Namun sebelum dibawa, difoto terlebih dahulu dan dikirmkan kepada orang tuanya. Keluarga langsung terkejut melihat kondisi jenazah.

“Kami keluarga merasa hancur melihat keadaan adik kami seperti itu. Kalau adik kami meninggal dengan sakit kenapa matanya biru mulutnya, tangannya seperti menahan kesakitan. Setelah melihat foto adik kami seperti itu, ayah saya dengan berat hati putuskan untuk diautopsi,” katanya.

Dia menjelaskan, jenazah diautopsi pada tanggal 20 Juli 2021. Namun sampai saat ini keluarga belum menerima hasil autopsi penyebab kematian. “Kata mereka nanti disidang akan tahu hasil autopsinya bagaimana. Tapi sampai saat ini sudah lewat ibadah 40 hari kepergian adik kami, keluarga belum dikabarkan kapan sidang akan dilakukan,” ucapnya.

  1. Penjelasan Kapendam Merdeka

Kodam XIII Merdeka yang menaungi wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara langsung merespons soal unggahan yang viral namun berkomentar banyak. Kapendam XIII/Merdeka Letkol Inf Jhonson M Sitorus saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia mengaku akan mempelajari dulu terkait peristiwa tersebut. “Pada intinya saya pelajari dulu terkait masalah ini baru saya beritahukan perkembangannya secepatnya,” kata Kapendam, Jumat (3/9/2021).

  1. Kadispenad sebut 6 oknum anggota ditahan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menegaskan proses hukum terkait kasus meninggalnya Prada Candra terus berjalan. Kejadian ini diduga melibatkan enam oknum anggota. Keenamnya diduga melakukan penganiayaan terhadap Prada Candra Gerson Kumaralo dan kini mereka telah ditahan.

Mereka juga telah selesai menjalani pemeriksaan Tim Penyidik Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka. “Berkas perkara seluruh tersangka telah dilimpahkan ke Oditur Militer IV-18 Manado pada tanggal 23 Agustus 2021,” ujar Tatang, Jumat (3/9/2021).

Lebih lanjut, Tatang mengatakan sesuai penegasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, TNI AD akan bersikap terbuka dalam proses penegakan hukum bagi oknum prajurit yang melanggar peraturan dan perundangan.

“Selanjutnya TNI Angkatan Darat akan terus mengawal proses hukum ini di Oditur Militer IV-18 Manado sampai dengan Pengadilan Militer hingga tuntas,” kata Tatang.

Sebelumnya, warga Sulut heboh dengan postingan adik almarhum Prada Candra yang viral di media sosial. Dalam postingan tersebut, keluarga meminta keadilan dan ingin mengetahui penyebab kematian Candra. Surat terbuka itu juga ditujukkan kepada Presiden Joko Widodo agar memberi perhatian untuk penanganan kasusnya.

 

Sumber : iNews.id