5 Fakta Penikaman Jemaat Gereja Nice, Nomor 2 Bikin Merinding

0
1
Polisi berkumpul di depan gereja lokasi penikaman yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat. (foto: AFP)
Dijual Rumah

Paris, buktipers.com – Prancis kembali diguncang serangan teror penikaman jemaat yang terjadi di sebuah gereja di kota Nice, Kamis (29/10/2020). Berikut lima fakta insiden kekerasan terbaru di negara sekuler itu.

Serangan pisau yang menewaskan tiga orang berselang dua pekan dari pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sejarah, usai membahas kartun Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi.

Pelakunya, seorang pemuda 18 tahun etnis Checnya, terpaksa ditembak mati oleh polisi karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Pembunuhan sadis Samuel Paty–ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok–memicu gerakan demo anti-Islam di Prancis. Polisi dan intelijen kemudian melakukan operasi penangkapa, serta pembatasan percakapan jaringan Islam radikal di Prancis. Lalu, apa saja fakta mengenai aksi penikaman di gereja Nice yang baru saja terjadi?

1.Lokasi dan Waktu Kejadian

Kamis (29/10/2020) pukul 8:29 pagi seorang pria membawa pisau mulai menyerang jemaat yang tengah berdoa di dalam Basilica Notre-Dame di jantung kota Nice. Pelaku membawa salinan ayat Alquran dan tiga pisau lainnya.

2.Korban Tewas

Pelaku membunuh tiga orang jemaat gereja dengan cara sadis. Dengan pisau berukuran panjang 30 cm, pelaku menggorok leher seorang perempuan 60 tahun di dalam gereja.

Kemudian, dia juga melakukan aksi serupa pada pria 55 tahun yang diketahui sebagai pegawai gereja, serta korban lain perempuan berusia 44 tahun tewas akibat sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

3.Siapa pelakunya?

Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan tak lama setelah mendapat laporan dari warga. Pelaku diketahui merupakan warga negara Tunisia berusia 21 tahun, dia tiba di Prancis awal Oktober ini menggunakan perahu migran dari Lampedusa, Italia.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku bernama Brahim Aouissaoui.

4.Presiden Macron menyebutnya serangan teroris Islam

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut penikaman di gereja Nice, Kamis (29/10/2020), sebagai serangan teroris Islam. Insiden terbaru menambah panjang aksi teroris di Prancis.

Macron meninjau langsung lokasi serangan pisau di Gereja Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang. Dalam kesempatan itu, Macron mengutuk aksi penyerangan berdarah yang kembali mengguncang negaranya.

“Negara kami mengalami teroris Islam,” kata Macron dikutip dari France24, Jumat (30/10/2020).

5.Penjaga Konsulat Prancis alami serangan pisau

Di saat hampir bersamaan, Presiden Macron menerima laporan dari Kedutaan Prancis di Arab Saudi bahwa seorang penjaga di kantor Konsulat Prancis di Kota Jeddah jadi target serangan pisau di waktu hampir bersamaan dengan insiden di Nice.

“Jelas sekali Prancis yang diserang, pada saat yang sama kami memiliki situs konsuler Prancis yang diserang di Arab Saudi, di Jeddah, pada saat yang sama penangkapan dilakukan di wilayah kami,” kata Macron.

 

Sumber : iNews.id