8 Jam Terombang Ambing di Laut, Rahmat dan Putra Nelayan Tanjung Beringin Akhirnya Selamat

0
956
Rahmat, nelayan Tanjung Beringin, korban sampan karam bersama menantunya, Putra saat dijumpai awak media, di rumahnya, Dusun 1 Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Cuaca ekstrim dan angin kencang disertai ombak besar menghempaskan Sampan Nelayan Tradisional asal Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai, hingga karam, Selasa (9/11/2021), pukul 19.00 WIB.

Kejadian itu sangat mengerikan kata Rahmat (55), warga Dusun 1 Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, bersama menantunya Putra (25) kepada buktipers.com, Jumat (12/11/2021).

Kronologis kejadian, sebelumnya sekitar pukul 18.30 WIB, Rahmat bersama menantunya Putra saat sedang melabuh tepatnya di lokasi Sungai Baru (Tengah Jermal Gelap) dan pukat jaringnya ada sebanyak dua labuh. Dan pas saat melepas jaring satu labuh, mereka mendengar suara angin sangat kencang dan tiba-tiba ombak langsung menghempaskan sampan mereka hingga karam.

Hal itu membuat Rahmat dan menantunya Putra merasa tidak ingat apa-apa disaat kejadian.

Namun begitu sadar, Rahmat di situasi gelap gulita salah satu tutup piber miliknya tampak olehnya dan serta merta merangkul tutup piber tersebut bersama Putra menantunya hingga berjam-jam terombang – ambing di laut bebas.

Merasa kelelahan di saat itu, Rahmat sempat mengatakan kepada Putra menantunya, “Put, kau aja yang memegang tutup piber ini”, dengan nada pasrah.

Namun si Putra tetap bersikeras melarang ayah mertuanya ingin melepaskan tangannya sambil mengatakan, “Tidak Yah, pegang dengan kuat kita Pasti selamat,”sembari menjerit minta tolong.

Berjam-jam menjerit minta tolong, “Alhamdulillah tiba-tiba jeritan mereka terdengar oleh Tekong (Kapten) Kapal Pukat Apung bertulisan Karya Baru 8 asal Tanjung Balai. Dan disaat itu Kapal Pukat Apung Karya Baru sedang berjangkar tidak jauh dari posisi mereka terombang-ambing.

Mendengar suara ada minta tolong, spontan Tekong Kapal Pukat Apung Karya Baru 8 mengarahkan cahaya lampu kearah suara dan melihat Rahmat dan Putra sedang dalam posisi memegang tutup piber bersamaan. Tekong yang belum diketahui namanya itu, memerintahkan kepada ABK agar memutus jangkar kapal mereka serta menghampiri dan menolong Rahmat dan juga Putra naik ke kapal sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (10/11/2021).

Beberapa jam di Kapal Apung sambil menceritakan kronologis kejadian, akhirnya Rahmat dan Putra dititipkan kepada salah seorang nelayan asal Tanjung Beringin yakni Jafis pada saat itu sedang mengarah pulang habis melaut dan membawa mereka berdua.

Dan hingga hari ini, sampan serta jaring pukat mereka masih tenggelam belum diketemukan.

“Rahmat bersama menantunya Putra, ucapkan ribuan terimakasih kepada Kapten (Tekong) Kapal Pukat Apung Karya Baru 8 beserta seluruh ABK asal Tanjung Balai yang dimana telah menyelamatkan mereka, dan hanya Allah yang dapat membalas segala kebaikan mereka,” pungkas Rahmat, nelayan tradisional asal Bedagai Tanjung Beringin ini didampingi Putra.

 

(ML.hrp)