9,29 Kg Ganja Berhasil Diamankan Satres Narkoba Polres Labuhanbatu

0
73
Kasat Narkoba menunjukkan barang bukti Ganja 9,29 Kg dari 4 tersangka.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Satuan Res Narkoba Polres Labuhanbatu gagalkan peredaran narkoba jenis ganja kering, sebanyak 9,29 Kg, di lingkungan Kampung Sawah, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Senin sore (20/04/2020) lalu, sekira pukul 16.30 WIB.

Hal itu disampaikan Kasatres Narkoba Labuhanbatu, AKP I Kadek, Rabu (29/4/2020), dalam jumpa pers, di Polres Labuhanatu.

Dijelaskan, pengungkapan narkoba itu atas informasi masyarakat, yang menyebutkan, di Lingkungan Kampung Sawah, telah beredar ganja dari AIS.

Tim Satres Nakoba langsung bergerak cepat dengan melakukan penyidikan, dan berhasil meringkus AIS, dengan barang bukti, 77 bungkus ganja kering yang dibungkus dengan kertas nasi warna coklat.

Lanjutnya, tim langsung menginterogasi AIS dan ia mengaku mendapat barang haram itu dari seorang laki – laki, berinisial YAA.

Petugas menyuruh AIS untuk memesan ganja kering seberat 1 Kg, dan AIS mengatakan agar transaksi di lingkungan Kampung Sawah dan disepakati.

“Sekira pukul 19:30 WIB, YAA sampai di TKP. Dengan hitungan menit, tim berhasil mengamankan YAA dengan barang bukti 1 bungkus ganja kering yang dibungkus kertas warna coklat dan dilakban warna kuning dengan berat 100,5 gram netto,” jelasnya.

I Kadek menjelaskan, tim juga menginterogasi YAA, dari mana didapat ganja kering tersebut.

YAA pun buka mulut, mendapat ganja dari seorang laki – laki berinisial US dan YR. Tim langsung melakukan pengejaran dan melakukan penangkapan US dan YR, sekira pukul 20.00 WIB.

“Dari US, disita barang bukti 7 bungkus ganja kering yang dibungkus dengan kertas warna coklat dilakban warna kuning dengan berat 773,27 gram netto, dan 97 bungkus ganja kering yang dibungkus dengan kertas nasi seberat 1070,09 gram netto,” pungkasnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, ke empat tersangka dan barang bukti, dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk proses hukum lebih lanjut.

 

(Syafii Harahap)