Abdul Wahab Dalimunthe Anggota DPR Tertua, Hillary Brigitta Lasut Termuda

0
259
Abdul Wahab Dalimunthe, dan Hillary Brigitta Lasut Termuda. (Net)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Anggota DPR periode 2019-2024 dilantik, Selasa (1/10/2019) ini. Pelantikan dihadiri Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Politikus Partai Demokrat Abdul Wahab Dalimunthe menjadi anggota tertua. Legislator periode 2009-2014 asal daerah pemilihan I Sumatera ini berusia 80 tahun.

Adapun sebagai anggota termuda yakni Hillary Brigitta Lasut. Politikus 23 tahuni ini merupakan putri pasangan Bupati Talaud terpilih Elly Lasut dan mantan Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung.

Sebagai anggota tertua dan termua, Abdul Wahab Dalimunthe dan Brigitta Lasut akan memimpin rapat paripurna awa masa jabatan DPR 2019-2024.

Brigitta sekaligus juga akan memimpin rapat awal masa jabatan MPR periode 2019-2024. Di lembaga tinggi negara itu, dia akan memimpin rapat bersama politikus PDI Perjuangan Sabam Sirait yang berusia 82 tahun.

“Bismillahirrohmanirrahim, Saya selaku pimpinan sementara DPR RI membuka rapat paripurna DPR RI yang ke-1 masa persidangan 1 tahun sidang 2019-2020 tanggal 1 Oktober 2019 dan saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” kata Wahab Dalimunthe, Selasa (1/10/2019).

Secara keseluruhan terdapat 575 anggota DPR yang akan dilantik hari ini. Dari jumlah itu, 286 orang atau 49,74 persen merupakan wajah baru dan selebihnya 289 orang atau 50,26 persen merupakan petahana (incumbent).

Di antara wakil rakyat yang dilantik ini terdapat 14 artis di antaranya Mulan Jameela, Krisdayanti, Nurul Arifin, dan Rachel Maryam.

Berdasarkan susunan acara dari Setjen MPR, pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019-2024 dijadwalkan berlangsung di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen mulai pukul 10.00 WIB. Acara diperkirakan selesai pada pukul 11.40 WIB.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, kinerja DPR baru harus lebih produktif. Dia antara lain menyoroti pembuatan produk perundang-undangan, secara kuantitas harus lebih banyak dari angggota DPR sebelumnya.

”Namun bukan hanya kuantitas yang dikejar, kualitas undang-undang yang dihasilkan juga harus baik. Karena belajar dari pengalaman angggota DPR lama, banyak produk undang-undang yang bermasalah sehingga banyak yang ditolak rakyat,” tutur Ujang.

Dia mengatakan, anggota DPR Periode 2019-2024 memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan oleh anggota DPR baru. Mulai dari persoalan legilasi, penganggaran, maupun pengawasan.

“Banyak RUU yang belum tuntas. Ini menjadi kewajiban anggota DPR yang baru untuk membahasnya. Dan dalam membahasnya jangan asal-asalan. Jangan kejar target dan tayang sehingga mengabaikan substansi,” tuturnya.

 

Sumber : iNews.id