ABK Dianiaya Kapten Kapal Hingga Tidak Sadarkan Diri

0
494
ABK yang korban aniaya kapten
Dijual Rumah

Buktipers.com, Lingga (Kepri)

Kapten Kapal Takbout berinsial DS (55) penggandeng tungkang pengangkut BBM Pertamina Akun Dabo, karena merasa kesal melakukan penganiayaan terhadap DD (40) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) hingga tidak sadarkan diri beberapa waktu.

Hasil keterangan sementara dari pihak keluarga korban saat dikonfirmasi menyebutkan, jika tidak salah kejadiannya pada Kamis (28/06/2018) sekira pukul 18.00 dan 19.00 Wib saat dia siap-siap mau pulang kerja ke Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.

“Suami saya, ABK Kapal Takbout penggandeng tungkang pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina Akun yang beroperasi di Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga,” jelas istri korban yang tak mau namanya dicantumkan.

Tadi pulang diantar langsung Kapten Kapal tempat suami saya bekerja, saat ditanya alasan Kaptennya tanpa sengaja hanya kesikut saja, dan disampaikan juga semula suami saya sebelum diantar ke rumah, sempat dilarikan ke Puskesmas Raya Kecamatan Singkep Barat disebabkan tidak sadarkan diri.

“Karena kurang peralatan medis di Puskesmas, kemudian suami saya dirujuk ke Rumah Sakit Unit Dabo untuk dilakukan proses pemeriksaan detilnya,” jelas istri korban, Jumat (29/06/2018).

Selanjutnya korban sampai ke rumah kakaknya di Setajam/Damnah sekira pukul 22.00 Wib dengan kondisi memar bagian bibir dan hidung, dalam kondisi pengaruh bius korban kerap mengeluh sakit di bagian tenggorokan.

“Yang mengantar korban Kapten Takbout, dan sempat menjelaskan bahwasanya korban hanya kesikut tanpa sengaja,” jelas istri korban, dan sayangnya saat ditemui korban belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab kejadian yang sebenarnya.

Selanjutnya dari hasil konfirmasi langsung kepada Kapten Kapal Takbout yang juga selaku pelaku penganiayaan memaparkan, “saya benar-benar khilaf dan menyesal terjadi begini, awalnya saya minta dibantu bawakan tanki gas saat jalan mau pulang, namun karena melihat korban bukannya membawa melainkan menyepak kayak bola, akhirnya saya kesal dan langsung menghantam korban.”

Namun untuk kesemua kesalahan yang dilakukan saya siap bertanggung jawab segala bentuk perongkosan perawatan ABK saya yang sekaligus merupakan korban sampai sembuh total seperti biasanya, lagian korban juga sudah saya anggap bukan lagi sebatas pekerja melainkan sudah seperti adik saya sendiri, katanya disaksikan Babinkamtibmas Desa Sungai Buluh dan salah seorang pensiunan TNI-AL yang akrab dengan sapaan Opung.

Sampai pemberitaan ini dimuat dan memasuki hari kedua terjadinya pemukulan, korban masih menjalani perawatan khusus di rumah atas tanggung jawab pelaku. (BP/zul/ingot).