Ada Kejanggalan dalam Keterangan Terkait Dugaan Money Politic, Maman Diintimidasi ?

0
296
Maman saat di kantor Bawaslu Kabupaten Ketapang yang dihadiri pihak Gakumdu. (Foto/AGS)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Ketapang (Kalbar)

Terkait dugaan money politik (politik uang) yang dilaporkan oleh Maman, tampaknya ada kejanggalan dalam keterengannya, saat memberikan keterangan, di Bawaslu Kabupaten Ketapang.

Pasalnya, awalnya Maman mengatakan, bahwa uang Rp.350.000 itu, supaya dia memberikan  suaranya kepada salah satu oknum caleg yang terdapat distiker yang diberikan oleh Madi.

Namun saat memberikan keterangan di Panwascam Singkup, sesuai dengan hasil BAP yang ditandatanganinya, Maman mengatakan, bahwa uang Rp.350.000 tersebut sebagai upah jasa tukang semen.

Hal ini diucapkan Maman, di Ruang Sentra Gakumdu Bawaslu, Kamis (25/4/2019), pukul 15.00 WIB, lalu.

Merasa ada kenjanggalan dalam keterangannya, pihak Bawaslu Ketapang memanggil salah satu Tim Penyidik Polres Ketapang untuk mendengarkan, sekaligus mengkaji kembali dari keterangan Maman.

Maman saat memberikan keterangan dan menunjukkan barang bukti uang dan stiker oknum caleg yang diterima Madi kepada pihak Bawaslu Kabupaten Ketapang. . (Foto/AGS)

Di hadapan Tim Penyidik, Maman kembali menceritakan kejadian yang dialaminya. “Sekitar jam 6 pagi, Madi datang ke rumah saya, langsung memberikan uang senilai Rp.350.000 dengan pecahan uang Rp.50.000 sebanyak 7 lembar, berikut 2 lembar stiker caleg. Yang saya tau, itu caleg dari Partai PDI.P dan Madi meletakannya di atas meja saya, sambil mengatakan, pilih yang ini saja ya. Setelah itu, Madi pun langsung pergi,”terang Maman.

Lanjut Maman lagi, “Setelah Madi pergi, saya langsung menelpon Pak Haji Yusuf, melaporkan, bahwa saya dikasih uang dan stiker caleg oleh Madi. Setelah itu, saya berangkat kerja. Saat sampai di tempat kerja, saya disusul istri saya, katanya ada orang yang cari saya di rumah. Sampa dirumah, ada 3 orang yang saya kenal wajahnya, tapi gak ingat nama orangnya, meminta saya memperagakan pada saat Madi memberika uang dan stiker caleg tersebut dengan memvideokan saya,”jelas Maman lagi.

Ditambahkan Maman lagi, “Terkait hasil BAP, yang saya tandatangani di Panwascam Singkup, saya hanya mengikuti kata-kata dari Panwascam, karena pihak Panwascam, sebelumnya pernah mengatakan kepada saya dengan perkataan (Kalau Pak Maman mau selamat ini aja caranya dengan mengakui uang Rp.350.000 tersebut sebagai upah tukang jasa nyemen), karena saya gak tau dan bingung serta takut, saya ikuti saja apa yang ada didalam isi dari BAP tersebut serta menandatanganinya. Meskipun saya tidak pernah ada ikatan kontrak kerja sama Madi. Karena pihak Panwascam dalam hal ini mengtakan itu untuk keselamatan saya,”pungkas Maman.

Terkait adanya perbedaan pengakuan dari Maman, pada saat memberikan keterangan di Bawaslu dan Panwascam, pihak Bawaslu Ketapang akan memanggil pihak Panwascam Singkup untuk mengklarifikasi penyataan Maman.

Dan untuk menindaklanjuti dugaan money politic ini, Bawaslu akan memanggil Maman dan 3 orang yang membuat video berdurasi 1 menit 28 detik tersebut dengan memintai keterangan ulang.

(AGS)