Beranda Nasional Ahok dan Istri Dapat Gelar Kehormatan dari Masyarakat Dayak di Kaltim

Ahok dan Istri Dapat Gelar Kehormatan dari Masyarakat Dayak di Kaltim

129
0
Foto: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi mendapat gelar dari masyarakat Dayak di Kaltim. (Suriyatman-detikcom)

Buktipers.com – Samarinda

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur. Keduanya mendapat gelar dari masyarakat Dayak.

Ahok dan istri berkunjung ke Samarinda sejak Jumat (12/7). Ahok didaulat menjadi warga kehormatan masyarakat Dayak Kenyah yang bermukim di desa budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara.

Pada Sabtu (13/7/2019) pagi, giliran masyarakat Persekutuan adat Dayak Kalimantan Timur yang memberi penghargaan. Selain warga kehormatan, Ahok juga diberi gelar Asang Lalung yang artinya tokoh muda, teguh, perkasa, dan pemberani.

Tidak hanya Ahok, Dewan Adat Dayak Kaltim juga memberikan gelar untuk Puput Nastiti Devi dengan gelar Idang Bulan yang artinya cahaya purnama. Prosesi pemberian gelar berlangsung sangat sederhana oleh para tokoh adat Dayak Kalimantan Timur di Hotel Mesra Internasional dan disaksikan sejumlah tokoh dayak seperti Ketua PDKT Syaharie Jaang, yang juga Wali Kota Samarinda.

Baca Juga!  Vonis Mafia Narkoba dari Kaltim Diperberat dari 1 Tahun Bui Jadi Seumur Hidup

Dalam sambutannya, Ahok mengatakan gelar itu merupakan tanggung jawab yang cukup besar. Dia senang menjadi bagian dari masyarakat Dayak yang sangat terbuka dan mau menerima semua orang dari berbagai kalangan.

“Kaltim memiliki sumber daya alam yang cukup besar sehingga saat ini kita harus berfikir bagaimana memanfaatkan sumber daya alam ini untuk kesejahteraan anak cucu ke depan,” kata Ahok.

Ahok juga menjawab pertanyaan sejumlah warga soal kiat ketegasannya menyelesaikan persoalan di Jakarta saat menjadi gubernur. Ahok mengatakan para pemimpin harus melayani masyarakat, bukan meminta dilayani.

“Sewaktu saya memimpin Jakarta, saya selalu bangun pagi pukul 06.00 WITa dan berangkat pagi pukul 07.00 WITa, karena saya tahu ada warga saya yang menunggu saya sejak pukul 05.30 WITa. Di situ saya berdialog dengan mereka tanpa batasan, jika ada masalah saya selesaikan di situ,” ujarnya.

Baca Juga!  Pemko Tanjungbalai Anggarkan Renovasi Rumah Ibadah

Sementara itu, Ketua Persekutuan Dayak Kaltim Syaharie Jaang mengatakan kehadiran Ahok di Kota Samarinda diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan warga Dayak dengan para pengambil kebijakan di pusat. Syaharie Jaang mengatakan masyarakat Dayak yang ada di perbatasan sempat mengeluh tentang minimnya infrastruktur di kawasan pedalaman Kaltim yang lebih dekat dengan negara tetangga Malaysia.

“Kami masyarakat Dayak sangat berharap dengan kehadiran BTP yang dikenal dengan Presiden Jokowi bisa menyampaikan persoalan masyarakat Kaltim di sini, sehingga kami bisa mendapatkan pemerataan pembangunan yang sama dengan daerah lain,” kata Syaharie Jaang.

Apalagi dengan adanya wacana pemindahan ibukota negara di Kaltim, Syaharie Jaang berharap BTP bisa ikut memperjuanagkan Kaltim sebagai Ibu kota negara.

Baca Juga!  Bicara soal Reklamasi, Canda Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye

“Beliau sudah menjadi warga kehormatan masyarakat Dayak Kaltim, kami berharap beliau bisa membantu kami mengusulkan kepada Pak Presiden agar Ibu kota negara bisa di kalimantan Timur sehingga pemerataan pembangunan bisa dirasakan kami masyarakat Dayak di perbatasan Kaltim,” kata Syaharie Jaang.

Sementara itu, usai menerima penghargaan dari masyarakat Dayak Kaltim, Ahok juga melakukan agenda keagamaan di sejumlah gereja di Kota Samarinda.

 

Sumber : detik.com

Loading...