AKBP Irsan Sinuhaji Paparkan Penyebab Meninggalnya Tahanan RTP Polrestabes Medan

0
3
AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Dr Muhammad Firdaus, SIK, MH dan Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, mengadakan Konferensi Pers terkait kematian Hendra Syahputra yang dianiaya 6 orang tahanan, Jum'at (26/11/2021), pukul 14:00 WIB.
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Dr Muhammad Firdaus, SIK, MH dan Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, mengadakan Konferensi Pers terkait kematian Hendra Syahputra yang dianiaya 6 orang tahanan, Jum’at (26/11/2021), pukul 14:00 WIB.

Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menyebutkan,  bahwa dalam kasus penganiayaan sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan dalam pendalaman terhadap keterlibatan oknum polisi yang terlibat.

“Langkah-langkah penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian, Kasat Reskrim mengambil keterangan kepada salah satu tahanan di sana, hasil keterangan bahwa benar ada penganiayaan,” ucap Irsan.

Selanjutnya diinterogasi dan didalami oleh petugas, timbullah kembali sekitar 5 nama pelaku baru, yaitu TR, (35), warga Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, yang merupakan tahanan kasus pencurian dengan pemberatan, WS, (20) warga Jalan Mayor, Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, yang merupakan tahanan kasus secara bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang, kemudian J (25), warga Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, yang merupakan tahanan kasus pencabulan, lalu NP (21), warga Jalan Aluminium Gang Jambu, Kecamatan Medan Timur Kota Medan, yang merupakan tahanan kasus penggelapan. Lalu ada HS (45), warga Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, tahanan kasus pertolongan jahat (Tadah) serta HM (44), warga Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, juga tahanan kasus tadah.

Pelaku penganiayaan ini ada perannya masing-masing. Sedangkan modus yang dilakukan oleh mereka ini yaitu melakukan pemerasan terhadap tahanan Hendra Syahputra.

Biasanya pelaku melakukan aksinya secara kelompok, dan melakukan aksi biasa pukul 01:00 WIB sampai dengan pukul 03:00 WIB. Pelaku melaksanakan aksinya menunggu tahanan lain tidur terlebih dahulu.

“Mereka pernah dua kali menerima uang dari si korban Hendra Syahputra, yang pertama Rp 700.000 dan yang kedua Rp 200.000, nah kejadian penganiayaan yang kemarin terjadi ini mereka meminta kembali uang kepada korban sejumlah Rp 5.000.000,”sambung Irsan.

Jadi mereka membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban melalui handphone. Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan bandulan (karet nasi di bundal – bundal seperti bola) inilah yang digunakan oleh pelaku.

“Petugas yang melakukan penjagaan juga sedang kita periksa secara internal, kalau nanti ada keterlibatan daripada personil kita, pasti akan kita proses sesuai hukum,” sambungnya.

“Kepada 6 pelaku ini kita ancam dengan Pasal 351 ayat 3 junto pasal 170 dengan ancaman kurungan selama 12 tahun,” ucapnya.

Sebelum menutup Konferensi Pers, Irsan menegaskan lagi, bahwa untuk handphone yang bisa masuk ke rumah tahanan Polrestabes Medan dan keterlibatan pihak kepolisian masih dalam proses pengembangan, termasuk mendalami CCTV yang berada di rumah tahanan.

 

(ML.hrp)