Akhir Pelarian Pembunuh Ipda Uji di Sumbawa Pemegang Jimat Lintah

0
63
Foto: SH alias Lim ditetapkan jadi DPO terkait penusukan Kasat Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswanto. (Istimewa)
Dijual Rumah

Sumbawa, buktipers.com – Pelarian pembunuh Kasat Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswanto, SH alias Lim, berakhir di tangan polisi. SH juga ditembak polisi lantaran berusaha melawan dan melarikan diri.

Kasus penusukan terhadap Ipda Uji ini terjadi usai dia menyelesaikan masalah warga bernama Agus dan SH di Desa Tenga, Utan, Jumat (10/7/2020) siang. Ipda Uji diserang menggunakan pisau dalam perjalanan pulang.

“Betul anggota tersebut habis menyelesaikan permasalahan warga di Polsek. Dalam perjalanan pulang di Sanggong, Desa Tenga, pelaku diserang menggunakan pisau yang berakibatkan luka-luka,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto saat dihubungi detikcom.

Aksi SH sempat dilerai oleh saksi bernama Abdul Hamit yang merupakan orang tua SH. Namun SH tetap menyerang Ipda Uji hingga meninggal dunia.

“Sekitar jam 09.40 Wita korban telah kembali dari menyelesaikan kasus tersebut, kemudian menuju ke rumah mertuanya di Desa Tengah. Sekitar jam 10.00 Wita, sesampainya di simpang empat Desa Tengah, tepat di belakang Kantor Desa Tengah, tiba-tiba korban diserang dalam posisi mengendarai sepeda motor oleh pelaku menggunakan sebuah pisau dan mengenai beberapa bagian tubuh korban,” kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, Jumat (10/7).

Setelah kejadian tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Polisi kemudian menetapkan SH menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Sudah kita kejar. Foto pelaku sudah kita sebar. Semoga segera tertangkap,” kata Widy, Sabtu (11/7).

Widy meminta masyarakat untuk melapor apabila menemukan SH. Warga diminta tidak main hakim sendiri.

“Siapapun itu, antara korban dan pelaku, karena ini tindak pidana akan kita proses secara hukum. Serahkan kepada kami,” ujarnya.

Setelah buron beberapa hari, pelaku penusukan Ipda Uji akhirnya ditangkap pada Minggu (12/7) pagi. SH ternyata merupakan seorang residivis.

“Pelaku residivis ini sudah tertangkap pada hari Minggu 12 Juli 2020 pukul 07.30 Wita,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto kepada detikcom.

SH ditangkap saat hendak menyeberang keluar Pulau Sumbawa. SH juga ditembak karena berusaha melawan petugas.

“Tim gabungan Puma/Intel/Brimob dari Polda dan Polres menncari tersangka yang melarikan diri ini dan menemukannya di Labu Alas (pantai) yang hendak menyeberang ke luar pulau Sumbawa,” kata Kombes Artanto.

“Karena tersangka melawan dengan menggunakan pisau juga, tim gabungan melakukan upaya paksa. Saat ini tersangka sudah dibawa ke RS Sumbawa untuk dilakukan perawatan,” imbuh Artanto.

Selain itu, SH rupanya menggunakan jimat kebal luka. Namun dia tetap tak berdaya saat polisi menembaknya.

Jimat kebal luka yang dipakai SH itu diketahui saat tim gabungan Polres Sumbawa dan Polda NTB menangkap SH. Polisi menemukan lilitan tali kain putih di perut SH.

“Dalam setiap aksinya, warga Stowe Brang, Kecamatan Utan, ini selalu lolos dari kejaran polisi dan beberapa kali dijadikan DPO. Dia memiliki jimat lintah. Katanya, dengan minyak lintah ini, meski dihajar massa dan terluka, akan sembuh ketika minum air dan tubuhnya dibaluri air,” kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra saat jumpa pers Minggu (12/7).

Kasus penusukan Ipda Uji ini ternyata bukan aksi kriminal pertama yang dilakukan oleh SH. Sebelumnya, SH juga sempat terlibat aksi perampokan pada 2007.

Dia juga terlibat perampokan toko emas di wilayah Kecamatan Alas pada 2015 kasus penganiayaan Kades Tengah Kecamatan Utan pada 2016.

 

Sumber : detik.com