Akibat Banjir Campur Lumpur, Malam Ini Jalinsum Parapat Macat Total

0
573
Hingga malam ini, Selasa (18/12/2018) jalan lintas Sumatera Parapat-Siantar macat total.(foto/stg/kolaseBP)
Dijual Rumah

Buktipes.com – Simalungun (Sumut)

Setelah longsor pertama terjadi Selasa siang (18/12/2018) sekitar pukul 13.30 Wib, longsor susulan kembali terjadi sore sekitar pukul 17.20 Wib di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Jembatan Siduadua, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Dampak banjir air gunung bercampur lumpur disertai kayu gelondongan itu sangat fatal, kemacatan total sepanjang kurang lebih 15 Km terjadi di ruas Jalinsum kawasan wisata Kota Parapat itu.

Demikian juga mobil pick up L300 BK 8033 JQ dan Toyota Rush D 1468 SAK yang dikemudikan   Albiden Samosir  (60), masih terjebak di lokasi banjir bercampur lumpur itu.

Namun, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, hanya saja kondisi mobil pribadi ini, kaca pintu belakangnya semua pecah.

Pantauan di lokasi, kemacatan total terjadi pada kilometer 01-02 Parapat-Pematangsiantar, keadaannya sangat mengkhawatirkan, dan para pengemudi diminta harus sangat berhati-hati.

Kanit Lantas Polsek Parapat, Ipda M.Matondang menjelaskan, pada situasi seperti ini arus lalulintas melalui jalur alternatif dari Pintu Palang Pondok Bulu, Nagori Dolok Panribuan, melalui Sitahoan tembus ke Sipangan Bolon, kondisinya juga sangat mengkhawatirkan.

“Pada situasi ini, jalan alternatif dari Pintu Palang Pondok Bulu, Nagori Dolok Panribuan, melalui Sitahoan tembus ke Sipanganbolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, juga memgalami becek dan lumpur yang dalam sehingga dihimbau bagi setiap pengendara secara khusus mobil agar jangan melintasinya, karena nantinya akan dapat terjebak akibat kondisi jalan yang sangat memghawatirkan,” katanya.

Pantauan wartawan Buktipers.com langsung di lapangan malam ini, hingga saat ini belum ada terlihat pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun ke lokasi bencana.

Hingga malam pukul 19.30 Wib, Jalinsun Parapat-Pemangsiantar masih macat totol, dan tak satupun kenderaan bisa bergerak.

Namun  begitu, terlihat di lapangan, alat berat sudah mulai berdatangan ke lokasi, baik itu alat berat bantuan dari Bumi Karsa dan dari PT.TPL, para operator alat berat itu sudah berkerja dengan ekstra sangat hati hati.(STG)

 

Editor : Maris