Aksi Demo di Depan Gedung KPK Libatkan Puluhan Anak

0
147
Puluhan massa melakukan aksi di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. (Suara.com/Ria Rizki)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali dikepung massa, Sabtu (14/9/2019) sore. Seperti Jumat kemarin, ratusan orang dari tiga aliansi ini kembali menyuarakan dukungan atas revisi undang-undang KPK.

Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini demonstrasi melibatkan puluhan anak-anak. Bahkan di barisan terdepan, puluhan remaja putri mengenakan kostum tari tradisional. Sekilas aksi demo ini lebih mirik karnaval Agustusan.

Pantauan di lokasi, saat rombongan massa aksi ini tiba di gedung KPK, orator yang berada di atas mobil komando penuh semangat meneriakkan tuntutannya.

“Agus Rahardjo harus mundur dari jabatannya. Keluar dari KPK. Kami dukung revisi UU KPK,” katanya, Sabtu (9/14/2019).

Namun, tak semua massa demo tahu tuntutan itu. Mereka hanya mengaku diajak ikut serta dengan imbalan sejumlah uang. Seperti seseorang bernama Jaka. Saat ditanya tentang revisi UU KPK, dia hanya bisa menggeleng.

“Nggak tau,” kata Jaka. Saat ditanya berapa dia mendapat upah untuk ikut demo ini, seorang pria berbadan kekar cepat menariknya dalam barisan. Informasi yang beredar, rata-rata peserta demo dapat upah Rp150.000.

Tak hanya para remaja putri berpakaian penari yang di barisan depan, sejumlah anak kecil juga ikut berunjuk rasa. Namun mereka lebih memilih berteduh di bawah pohon untuk sekedar bermain dengan teman sebayanya.

Demo di Depan Istana

Sebelum bergerak ke depan Gedung KPK, massa Himpunan Aktivis Milenial Indonesia ini menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Agus Rahadjo sebagai pimpinan KPK.

Para demonstran juga mendesak agar dua komisioner KPK, yakni Saut Situmorang dan Laode Syarif diberhentikan. Tuntutan itu disuarakan koordinator aksi, Asep Irama.

“Kita menuntut kepada Bapak Presiden Jokowi. Sebab, Agus Rahardjo tadi malam bersama tiga pimpinan KPK melakukan konferensi pers yang kami anggap itu justru mengkhianati konstitusi,” kata Asep, di Taman Pandang Istana.

Dia juga menilai pernyataan Agus Rahardjo sudah di luar batas kapasitas lantaran menyerahkan tanggung jawab KPK dalam pemberantasan korupsi kepada Presiden.

“Jika memang mereka merasa tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, mereka seharusnya mengundurkan diri, bukan menyerahkan mandat kepada presiden,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga meminta Jokowi untuk segera melantik lima orang pimpinan KPK periode 2019-2023 yang baru saja dipilih oleh DPR. Pimpinan KPK mendatang diketuai Irjen Pol Firli Bahuri.

 

Sumber : iNews.id