Aksi Teror Kembali Guncang Prancis, Pendeta Yunani Ditembak dari Jarak Dekat

0
2
Police officers examine the entrance of the Orthodox Church where an attacker armed with a sawn-off shotgun wounded an Orthodox priest in a shooting before fleeing, on October 31, 2020 in Lyon, said a police source. - The priest, who has Greek nationality, was closing his church when the attack happened and is now in a serious condition, said the source, who asked not to be named. The shooting comes three days after three people were killed in a knife rampage inside a church in the southern town of Nice as France was already on edge after the republication in early September of cartoons of the prophet Mohammed by the Charlie Hebdo weekly, and the beheading of a teacheract. (Photo by JEFF PACHOUD / AFP)
Dijual Rumah

Lyon, buktipers.com – Aksi teror kembali mengguncang Prancis, kali ini menimpa seorang pendeta Ortodoks Yunani. Korban ditembak dari jarak dekat sehingga membuatnya mengalami luka serius.

Nikolas Kakvelaki (52) tengah menutup gereja tempatnya mengabdikan diri di kota Lyon pada Sabtu (31/10/2020) sore waktu setempat, ketika seorang pria melepaskan tembakan yang mengenai tubuhnya.

Terduga pelaku sempat melarikan diri, namun otoritas keamanan berhasil menangkapnya beberapa jam setelah mendapat laporan penembakan. Belum ada penjelasan lebih rinci mengenai identitas pelaku.

Saat ditangkap, terduga pelaku tidak membawa senjata dan melakukan perlawanan pada petugas polisi.

“Seorang yang sesuai dengan deskripsi diberikan oleh saksi awal telah ditahan,” kata Jaksa Nicolas Jacquet dikutip dari AFP, Minggu (1/11/2020).

Ditembak di dada dari jarak dekat

Dari penuturan saksi-saksi, pendeta itu ditembak dua kali di bagian dada dari jarak dekat. Belum jelas apa motif penyerangan tersebut.

“Pada tahap ini, tidak ada hipotesis yang dikesempingkan atau tidak disukai,” lanjutnya.

Insiden penembakan pendeta menjadi aksi teror terbaru di Prancis dalam sepakan terakhir. Beberapa hari sebelumnya, Prancis digemparkan aksi pembunuhan sadis di dalam gereja Basilica Notre-Dame di kota pesisir Nice.

Tiga orang jemaat tewas dalam serangan pisau, salah satu korban ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok.

Awal Oktober, seorang guru sejarah tewas dengan kondisi leher dipenggal seusai membahas kartun Nabi Muhammad di kelas kebebasan berekspresi di sekolah tempatnya bekerja.

 

Sumber : iNews.id