Aktivis Tanjungbalai Jemput TKW Yang Berniat Jual Ginjal Demi Pulang Kampung 

0
92
Loading...

Buktipers.com – Tanjung Balai (Sumut)

Dua aktivis Tanjungbalai masing-masing Syafrizal Manurung aktivis Komite Masyarakat Peduli Nusantara (Koma Pena) dan Nazmi Hidayat Aktivis Nelayan Jayantara (ANJ) Kota Tanjungbalai berangkat ke Malaysia untuk menjemput seorang TKW asal Tanjungbalai yang berniat menjual satu buah ginjalnya karena ingin pulang kekampung halamannya. 

Kedua aktivis yang menjemput Sri Wahyuni dari Malaysia

Keberangkatan dua aktivis ini ke Malaysia karena tersentuh akibat berita penderitaan Sri Wahyuni seorang TKW asal kota Tanjungbalai tepatnya dari kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar kota Tanjungbalai yang akan menjual ginjal untuk biaya pulang ke kota Tanjungbalai melalui akun facebook “CHINTA CLARA” dikarenakan tidak lagi memiliki biaya untuk pulang ketanah air.

“Kondisi terkini Sri Wahyuni masih mendapatkan perawatan di RS Tengku Ampunan Rahimah Klang Malaysia. Keberangkatan kami atas dasar kemanusiaan dan kami melakukan advokasi untuk dapat membawa Sri Wahyuni ke tanah air agar dapat berkumpul dengan keluarganya di Tanjung Balai” tulis Syafrizal Manurung melalui pesan WhatsApp yang diterima BuktiPers.com, Senin (6/8/2018).

Baca Juga!  UPTD LH Kecamatan Mustika Jaya Siap Wujudkan Adipura

Seperti diketahui Sri Wahyuni menawarkan sebelah ginjalnya untuk pulang ketanah air dan untuk biaya pengobatan anaknya serta biaya untuk sekolah anaknya. dikarenakan tidak memiliki uang Sri Wahyuni menuluskan status di halaman facebooknya tanggal 22 Juli 2018 agar ada yang bersedia membeli sebelah ginjalnya.

Sementara itu pihak keluarga yang disambangi di kediamannya di Jalan Kenanga Lk. VIII Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai mengaku sangat terkejut bercampur sedih setelah mengetahui hal tersebut.

“Kami keluarganya juga baru mengetahuinyau dari status FB nya. Kok senekat itu dia. Apa tidak ada jalan keluar lain tanpa harus jual ginjal” ucap Mariati (60) yang merupakan ibu kandung Sri Wahyuni.

Baca Juga!  15 Bulan Menghilang, Pelaku Pembobol Sekolah Di Ciduk Polisi

Mariati menceritakan bahwa putrinya itu berangkat menjadi TKI ke Malaysia untuk bekerja mencari nafkah untuk tiga anaknya setelah bercerai dengan suaminya 3 tahun lalu. Saat di Malaysia Sri Wahyuni tidak memiliki pekerjaan karena ditipu oleh agen yang membawanya. Sehingga sejak saat itu, dirinya hanya berjuang hidup dan berusaha mencari uang untuk ongkos pulang dari Malaysia karena sudah tidak tahan, sementara kebutuhan keluarganya juga harus dibutuhi. 

Dikatakannya, untuk ongkos pulang dari Malaysia cukup besar dan sangat beresiko tinggi karena harus pulang lewat jalur gelap (ilegal) mengingat paspor atau surat-surat miliknya tidak ada. 

“Awalnya dia pergi pakai paspor pelancong. Kata agen yang membawanya menjanjikan akan mengurus permitnya, tapi malah paspor nya dibakar agen di Malaysia. Setelah bekerja, dia sempat mengirim gajinya beberapa kali, selebihnya gajinya tak keluar sehingga diapun lari. Terakhir pengakuannya dia tinggal di Kampung Melayu Port Klang tanpa surat-surat, ” tutur Mariati. 

Baca Juga!  Wali Kota Tanjung Balai Kukuhkan 65 Anggota Paskibra Tahun 2018

Ditambahkannya, selama ini desakan biaya untuk kebutuhan anak-anaknya terus meningkat. Pasalnya, anak pertama putrinya itu saat ini sedang sakit. Kemudian ditambah lagi kebutuhan sekolah dua orang anak lainnya.

“Anaknya paling besar memang sudah lama sakit. Kemudian yang kedua sudah SMP, dan ketiga masih TK. Sedangkan suaminya sudah tidak peduli sama mereka. Hanya dialah tulang punggung keluarga anak-anaknya, ” tutur Mariati. 

Dengan perasaan sedih, Mariati berharap ada perhatian dari pemerintah supaya putrinya itu bisa pulang ke rumahnya tanpa harus menjual ginjalnya.

“Kepada siapa saja, saya minta tolong sebagai ibunya. Tolong dibantu anakku itu supaya tidak menjual ginjalnya, ” ucapnya dengan perasaan sedih sambil meneteskan air mata nya. (M. Gani)

Loading...