Akun WhatsApp Dibobol, Apa yang Harus Dilakukan?

0
10
Ilustrasi WhatsApp. (Net)

Jakarta, buktipers.com – Fitur verifikasi dua langkah di WhatsApp disebut sudah cukup untuk menangani pengambilalihan akun WhatsApp. Namun jika WhatsApp tetap bisa dibajak, apa yang harus dilakukan?

WhatsApp APAC Communications Director Sravanthi Dev dalam acara media roundtable bersama sejumlah jurnalis menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilakukan saat terjadi pembobolan akun WhatsApp.

Menurutnya, saat ada percobaan untuk login WhatsApp di perangkat lain, sistem akan otomatis meminta kode one time password (OTP) lewat SMS. Kode ini adalah kode yang sangat rahasia, dan tidak untuk diberitahukan ke orang lain.

Namun dengan beberapa trik, kode ini bisa jatuh ke pihak yang tak bertanggung jawab. Trik paling sederhana adalah lewat social engineering. Jika kode OTP sudah terlanjur bocor ke pihak lain, perlindungan tahap selanjutnya adalah verifikasi dua langkah.

Jika fitur tersebut diaktifkan, maka sistem akan meminta PIN berupa enam digit angka yang sebelumnya sudah ditentukan. Seharusnya jika fitur ini diaktifkan, menurut Dev, upaya login oleh pihak tak bertanggung jawab bisa digagalkan.

Namun, jika ternyata fitur tersebut belum diaktifkan, atau sudah diaktifkan namun akun WhatsApp tetap bisa dibobol maka langkah terakhir adalah melaporkan kejadian tersebut ke tim WhatsApp lewat email [email protected]

Laporan tersebut kemudian bakal diselidiki oleh tim dan mereka bakal membantu pengguna untuk mengatur ulang dan mengambil kembali akun mereka. Dev mengingatkan, bahwa pengguna sebisa mungkin memberikan laporan yang detail untuk mempermudah proses pengambilalihan tersebut.

“Sebelumnya diingat-ingat dulu, apa pernah memberikan kode OTP ke orang lain. Itu bisa membantu proses pengembalian akun,” ujar Dev.

Sampai saat ini WhatsApp memang terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat untuk ikut aktif melindungi keamanan akun mereka dan waspada terhadap bahaya misinformasi. WhatsApp pun mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam upaya tersebut.

Dalam acara media roundtable tersebut Dev menjelaskan bahwa WhatsApp didesain sebagai aplikasi yang sederhana, andal, dan privat. Untuk menjaga privasi penggunanya, semua percakapan di WhatsApp dilindungi secara otomatis dengan enkripsi end-to-end. Artinya, tidak ada pihak selain pengirim dan penerima yang dapat melihat pesan atau mendengar pembicaraan di WhatsApp.

WhatsApp didesain sebagai aplikasi yang sederhana, andal, dan privat. Untuk menjaga privasi penggunanya, semua percakapan di WhatsApp dilindungi secara otomatis dengan enkripsi end-to-end. Artinya, tidak ada pihak selain pengirim dan penerima yang dapat melihat pesan atau mendengar pembicaraan di WhatsApp.

 

Sumber : detik.com