Alasan Megawati Copot Dosmar Banjarnahor Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan

0
3
Kolase foto Dosmar Banjarnahor dan Rapidin Simbolon. HO
Dijual Rumah

Humbahas, buktipers.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon mengungkap alasan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mencopot Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas.

Ada beberapa alasan, kenapa Megawati Soekarnoputri mencopot Dosmar Banjarnahor dari jabatannya.

Pertama, karena Dosmar Banjarnahor dianggap kurang melakukan konsolidasi di partai.

“Kedua, waktu itu petugas-petugas partai, baik itu eksekutif dan legislatif agar memperhatikan masyarakat pada suasana pandemi saat itu,” kata Rapidin Simbolon, Jumat (30/9/2022).

Di saat pandemi Covid-19 melanda, Megawati Soekarnoputri memberi arahan, agar seluruh kader mementingkan kesejahteraan rakyat, dibanding dengan kepentingan pribadi.

Namun, saat itu, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor sempat menganggarkan membeli mobil dinas seharga Rp 2 miliar.

Mendapat informasi tersebut, pengurus DPP PDI Perjuangan kembali mengingatkan, agar Dosmar Banjarnahor membatalkan rencana itu.

Apalagi, banyak kritikan yang masuk ke PDI Perjuangan terkait masalah ini.

“Pada kondisi itu, ibu (Megawati Soekarnoputri) menyampaikan, jangan membeli mobil dulu, pakai aja dulu yang ada. Utamakan penggunaan anggaran untuk peningkatan-peningkatan ekonomi masyarakat kecil, misal UMKM dan sebagainya,” terangnya.

Rapidin Simbolon mengatakan, setelah ada arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, mereka lantas memanggil Dosmar Banjarnahor.

Mereka meminta agar Dosmar Banjarnahor berkomitmen untuk tidak membeli mobil dinas di masa pandemi Covid-19.

“Lalu, kami panggil Pak Dosmar, ia datang dan saya bilang, pidato Ibu Ketua Umum berlaku untuk seluruh Indonesia, seluruh kader. Jadi Pak Bupati tolonglah agar diperhatikan apa yang disampaikan oleh Ibu Ketua Umum. Kita kan harus menjaga marwah dan arahan beliau,” ungkapnya.

Saat itu, Dosmar Banjarnahor menyampaikan bahwa dirinya tidak akan membeli mobil dinas.

Dosmar Banjarnahor berjanji akan menyampaikan komitmennya itu dalam temu pers.

“Setelah beberapa bulan, mobil dinas itu dibeli juga, sehingga banyak waktu itu mempertanyakan, termasuk adik-adik mahasiswa yang datang ke kantor DPD PDI P. Padahal ia sudah bilang bahwa ia tidak akan beli mobil itu,” terang Rapidin Simbolon.

Karena Dosmar Banjarnahor berbohong, DPP PDI Perjuangan lantas mengambil sikap tegas.

“Ini namanya kan pembohongan, apa yang disampaikan Ibu Ketua Umum tidak dijalankan. Ini menjadi satu hal dalam penyampaian laporan ke DPP Pusat,” sambungnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan soal konsolidasi yang kemudian menjadi catatan DPD PDI Perjuangan Sumut ke DPP Pusat.

“Saya sebagai Ketua DPD bertanggungjawab moral untuk mengamankan perintah Ibu Ketua Umum. Ya itu, kita menyampaikan laporan, hanya laporan yang kita buat untuk dievaluasi menjadi salah satu pertimbangan. Memang ada pertimbangan perihal konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah,” sambungnya.

Ia juga menyinggung soal pilkada yang membuat pasangan Dosmar Banjarnahor hampir kalah melawan kotak kosong.

Harapannya, Dosmar Banjarnahor seharusnya merangkul masyarakat Kabupaten Humbahas.

“Ia juga sudah hampir kalah melawan kotak kosong. Maunya dia mengkonsolidasikan arus bawah. Artinya, ia sudah diberi kesempatan, ya rangkullah kembali masyarakat, jangan lagi melanggar marwah partai. Ibu Ketua Umum konsisten, kadang-kadang kami yang di bawah ini yang tak tahu diri,” sambungnya.

Bersih-bersih internal partai

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon turut menjawab adanya kabar bersih-bersih partai yang dilakukan Megawati Soekarnoputri.

Kata Rapidin, memang tindakan bersih-bersih perlu dilakukan.

“Bukan hanya dengan masalah ini, kita tetap melaksanakan pembersihan-pembersihan kader partai yang pengkhianat, itu harus,”

“Kita hanya melanjutkan apa yang sudah ada. Apa yang kurang kurang di masa Pak Djarot, kita push lagi, apa yang baik, kita lanjutkan,” ujarnya.

Sebagai pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon merasa bertanggungjawab mengamankan partai.

“Pak Dosmar itu bukan kita pecat dari partai, hanya pembebastugasan sebagai ketua DPC,” pungkasnya.

Baru saja sambut Puan Maharani

Pada awal September 2022 kemarin, Puan Maharani padahal baru saja mengunjungi Kabupaten Humbahas.

Kala itu, kedatangan Puan Maharani disambut oleh Dosmar Banjarnahor dan kader PDI Perjuangan.

Puan Maharani turut menyerahkan sejumlah alat pertanian.

Dalam kesempatan itu, Dosmar Banjarnahor bahkan mengapungkan harapan, agar kiranya Puan Maharani mendukung anggaran APBN untuk pembangunan Kabupaten Humbahas.

Namun, berselang beberapa minggu dari kunjungan Puan Maharani itu, Dosmar Banjarnahor menelan pil pahit.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas.

 

Sumber : tribunnews.com