Alasan Tidur, Ketua DPRD Lingga Tidak Kunjungi Rumah Warga Hancur Dihantam Gelombang.

0
518
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Lingga (Kepri)

Memasuki malam ke empat bulan Syawal 1439 H, dua rumah warga di wilayah RT.001/RW.005 Kampung Boyan Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep hancur dihantam gelombang pasang air laut.

Menurut pantauan langsung awak media di lokasi kejadian dan berdasarkan hasil konfirmasi kepada dua pemilik rumah yang hancur dihantam gelombang pasang air laut (pemilik bangunan rumah) menyebutkan, “Kejadian rubuh rumah kami tadi malam bang, minggu 18/06 malam Senin sekira pukul 01.00 wib yang bermula sekira pukul 21.00 wib saat air pasang penuh”.

Dua bangunan rumah yang hancur dihantam gelombang pasang masing-masing pemiliknya atas nama Roipah (54) janda dari 6 anak yang kesehariannya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dengan besar rumah permanen 7×14 ditafsir kerugian mencapai ratusan juta rupiah, yang saat ini menumpang dirumah anaknya.

“Berhubung sekarang saya tidak punya rumah lagi, mahu tidak maju sekarang saya menumpang di rumah anak saya dulu” jelas Roipah Senin 18/06 siang.

Di lokasi yang sama musibah serupa juga di alami Iwan (40) bersama Ibu dan adiknya yang cacat mental dengan terpaksa harus tidur di langit terbuka pada minggu 18/06 malam, akibat rumah hancur dihantam gelombang pasang.

“Saat ini saya tinggal bersama ibu dan adik saya yang cacat mental, saya bekerja serabutan sekaligus menjadi tulang punggung keluarga, saat kejadian rumah kami hancur dihantam gelombang pasang air laut tadi malam tidak tahu lagi berpikir harus kemana, makanya kami tidur di alam terbuka”, papar Iwan.

Dan sekarang Alhamdulillah, berkat inisiatif serta kerja sama yang dilakukan pak RW dan beberapa warga sekitar, walaupun hanya ala kadarnya rumah kami sudah dibangun lagi, walaupun hanya sifatnya untuk dapat berteduh  saja, jelas Iwan pada pewarta.

Di tempat yang sama beberapa perwakilan tokoh masyarakat mengatakan setempat ikut bicara, sejak dibangun pemecah ombak yang berlokasi di wilayah pantai Dabo Lama, hampir setiap tahunnya wilayah pantai Kampung Boyan ini dilanda musibah Irosi pantai akibat hantaman gelombang.

“Kejadian seperti ini sudah setiap tahun belakangan bang, boleh dikatakan setiap tahun sejak dibangun pemecah ombak yang kita juga tidak tahu proyek itu sudah selesai atau masih berlanjut sampai ke pesisir pantai pemukiman kami” ujarnya.

Uniknya, Riono selaku ketua DPRD Kabupaten Lingga saat didatangi kerumahnya oleh salah seorang perwakilan tokoh masyarakat tempat kejadian yang enggan namanya dilampirkan bermaksud mengajak sama-sama meninjau lokasi dan meninjau langsung korban, tidak bisa ditemui dengan alasan masih tidur pungkas Nara sumber terpercaya kepada pewarta.

Dengan kejadian ini kita sangat berharap kepada pemerintah, khususnya pemkab Lingga agar benar-benar memperhatikan secara serius akan pembuatan proyek pemecahan ombak yang sekaligus menjadi pencegah terjadinya Irosi pantai serta minta keseriusan menanggapi permasalahan ini secara sigap dan tanggap tutupnya.

Sampai berita ini dimuat pihak terkait yang dimaksud nara sumber ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lingga belum bisa dikonfirmasi pewarta, (BP/zul Red).