Beranda Parawisata Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba Deklarasi di Parapat

Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba Deklarasi di Parapat

347
0
Foto bersama usai acara deklarasi. (Foto/Stg)

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Berlandaskan keprihatinan melihat Danau Toba yang semakin tercemar, mendorong sekelompok pemuda dan masyarakat dari berbagai elemen dan latar belakang sosial di Sumatera Utara, menyatukan diri dalam sebuah organisasi yang dinamakan AR – GEMA PDT, menolak “Pencemaran lingkungan hidup dan siap mendukung Danau Toba menjadi pariwisata”.

Organisasi Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba  (AR – GEMA PDT), didirikan dengan semangat kesadaran berbangsa dan berkeadilan, dan akhirnya resmi dideklarasikan di Parapat, di Hotel Toba Parapat, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Selasa (28/5/2019).

Acara deklarasi ini, diawali dengan upaca Nasional dan sambutan dari Sekretaris, Ramlan Tampubolon.

Dikatakan Ramlan, aliansi ini sebagai salah satu himpunan non pemerintah atau Non Goverment Organization (NGO), yang peduli lingkungan secara khusus Danau Toba, dan tidak menerima sumbangan bentuk apapun, baik dari Pemerintah maupun dari para pengusaha.

Akan tetapi murni swadaya, serta tidak akan melakukan, maupun menjalankan bentuk proposal nantinya. Secara khusus, peduli lingkungan Danau Toba, kata Tampuboln dalam sambutannya

Baca Juga!  Desakan Tutup PT Aquafarm Nusantara, Ini Janji Wakil Bupati Tobasa pada Warga yang Berunjuk Rasa

Sementara itu, Ketua Umum  AR – GEMA PDT, Parningotan Manik mengatakan, bahwa organisasi ini terbentuk, karena inisiatif beberapa pemuda yang ingin mengembangkan Parapat dan Danau Toba menjadi kota wisata bertaraf internasional.

Apalagi, melihat kondisi Danau Toba yang semakin tercemar dan sudah mengalami perubahan sejak beberapa tahaun yang lalu.

Maka AR – GEMA PDT hadir untuk mencegah pencemaran itu, ujar Ingot.

Diharapkan, nantinya  AR – GEMA PDT  mampu berkontribusi secara nyata dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan mejaga kelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitar, katanya.

Parningotan Manik alias Remember juga mengatakan, kondisi Danau Toba dan pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya kota wisata Parapat, akhir – akhir ini semakin memprihatinkan, dan belum lagi kualitas air Danau Toba yang  tercemar akibat banyaknya pengusaha dan perusahaan raksasa Keramba Jaring Apung (KJA) yang beroperasi di Danau Toba.

Baca Juga!  Menko Maritim dan Menhub Resmikan KMP Ihan Batak di Tobasa

Juga  limbah pertanian dan sampah masyarakat yang terbawa ke Danau Toba. Belum lagi, masih  marak pelaku illegal logging di kawasan Danau Toba yang mengakibatkan hutan sekeliling  sebagai penyangga air Danau Toba menjadi gundul dan rusak ekosistemnya, ungkapnya.

Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba saat deklarasi di Parapat. (Foto/Stg)

“Rusaknya atau menurunnyakualitas air membuat semakin menurun jumlah kunjungan wisatawan, sehingga  mempengaruhi perekonomian masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata,”kata Parningotan.

Hal senada juga disampaikan Uspika Kecamatan  Girsang  Sipangan Bolon yang diwakili Camat, Fery Donni Sinaga SH, menyampaikan, pihaknya sangat mendukung atas kehadiran aliansi ini, dalam  memelihara Danau Toba.

Karena bukan hanya Pemerintah saja, akan tetapi pihak pengusaha, swasta, masyarakat, seluruh stakeholder, dan para pemangku kepentingan harus ikut bertanggung jawab, ujarnya.

Danau Toba ini, mau kita jadikan sebagai Industri atau daerah pariwisata ?, gugahnya.

Baca Juga!  Bawa Kabur Rp400 Juta, 2 Perampok Irian Supermarket di Medan Diringkus

Baru – baru ini, lanjutnya, Bupati Simalungun membuat program tenaga kebersihan yang kini sudah tampak kinerjanya, padahal para tenaga kebersihan ini masih dalam beberapa bulan kehadirannya di Parapat dan sudah bekerja maksimal. Dimana sampah sudah mulai tertata dan kebersihannya sudah mendapat pujian dari masyarakat Parapat, pungkas Donni Sinaga.

Sementara salah seorang warga Parapat, P Sidabutar menyampaikan, selama ini sudah banyak organisasi terbentuk, akan tetapi wujudnya hingga saat ini tidak tau rimbanya.

Masalah pencemaran seluruhnya harus tanggap, bukan hanya Pemerintah saja, akan tetapi seluruh lapisan masyarakat, ujarnya.

Masih katanya, jangan hanya melihat perusahaan besar yang disalahkan atau dituduh, karena banyak pihak yang memproduksi limbah, seperti rumah tangga, limbah hotel, restaurant dan lainnya.

Untuk itu, kehadiran aliansi ini agar eksis dan jaya memeperjuangkan lingkungan Danau Toba, ucap Sidabutar, sebagai Manager Hotel Sapadia.

(Stg)

Loading...