Beranda Siantar Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba masih Perbaiki Jalan Rusak di...

Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba masih Perbaiki Jalan Rusak di Parapat

74
0
Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba masih terlihat bahu membahu memperbaiki jalan rusak secara swadaya, didalam kota wisata Parapat, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Rabu (13/3/2019). (Foto/Stg)
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba masih terlihat bahu membahu memperbaiki jalan rusak secara swadaya, didalam kota wisata Parapat, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Rabu (13/3/2019).

Sejumlah anggota aliansi dengan sukarela memperbaiki jalan berlobang.

Hal itu dilakukan guna meminimalisir angka kecelakaan.

Ingot Manik, salah seorang perwakilan dari Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat, yang peduli dengan Danau Toba, menyampaikan alasannya melakukan perbaikan jalan ini.

Kata Ingot, mereka kecewa terhadap Janji yang sudah disepakati bersama dengan pihak Uspika Girsip, untuk memperbaiki jalan di kawasan objek wisata itu.

“Kami juga tidak mau jalan berlobang ini memakan korban jiwa, hanya karena menunggu-nunggu janji dari pihak PT Aquafarm Nusantara, padahal  jalan ini merupakan akses utama truk-truk PT Aquafarm Nusantara,”ujarnya.

Baca Juga!  11 Paket Ganja Diamankan dari Mardongan Sitorus

Dijelaskan Ingot Manik, waktu itu mereka mengadakan pertemuan dengan Uspika Girsip, pada tanggal 24 September 2018, lalu dan diambil kesimpulan dengan pihak PT Aquafarm Nusantara yang ketika itu diwakili  Jhonson Hutajulu dan Banuara Siallagan.

Ingot juga mengatakan, waktu itu, antara Uspika dan Manajemen PT Aquafarm dan warga Parapat telah sepakat memperbaiki jalan-jalan berlobang di sekitaran Parapat, namun hingga 200 hari kerja, setelah perjanjian, tepatnya 24 September 2018 lalu, sampai 13 Maret 2019, belum juga ada niat PT Aquafarm untuk mengerjakannya, sehingga warga berinisiatif untuk memperbaiki jalan tersebut.

Masih kata Ingot, “setelah kami memperbaiki jalan ini, kami mengingatkan, agar PT Aquafarm Nusantara tidak lagi meyebabkan kerusakan jalan, melalui tumpahan-tumpahan air dari dalam truk-truk produksiny,”ujarnya.

Baca Juga!  Fenomena Jembatan Sidua – dua di Ujung 2018 dan Awal 2019, Benarkah karena Illegal Logging?

Salah seorang sopir angkot, marga Simajuntak, sangat berterima kasih atas perbaikan jalan  berlobang ini.

(Stg)

Loading...