Anak Korban Pembunuhan di Samosir Tak Kuasa Menahan Tangis, Berharap Pelaku Dihukum Setimpal

0
1
Anak korban pembunuhan sadis di Samosir Andreas Gultom bersama adiknya sedang berada di Mapolres Samosir saat konferensi pers, Sabtu (23/7/2022). TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Dijual Rumah

Samosir, buktipers.com – Anak pertama korban pembunuhan sadis di Samosir Andreas Gultom terlihat menyaksikan konferensi pers yang digelar di Mako Polres Samosir, Sabtu (23/7/2022).

Andreas Gultom bersama adiknya selalu bersama dengan keluarga yang ikut serta dalam konferensi pers tersebut.

Seusai paparan kasus tersebut, Kapolres Samosir memberikan waktu bagi anak korban menyampaikan harapan sehubungan dengan kejadian nahas yang menimpa keluarga mereka.

Kini, sebagai anak pertama, ia harus bertanggungjawab membiayai pendidikan adiknya yang tengah sekolah di Samosir. Sementara adiknya yang paling bungsu sudah dirawat bibinya di Pematangsiantar.

Selanjutnya, Andreas Gultom menyampaikan, hingga saat ini dirinya tinggal bersama adiknya yang tengah menyelesaikan sekolah. Mereka tidak tinggal di areal hotel tersebut karena masih trauma.

“Saya tinggal bersama adik saya yang nomor 2 yang masih menyelesaikan sekolahnya. Dan adik saya yang paling kecil sudah bersama bibi saya di Pematangsiantar,” sambungnya.

Rencana ke depan, Andreas dan adiknya akan pindah dari Samosir setelah sekolah adiknya rampung.

“Saat ini, kami tidak tinggal di areal hotel lagi. Tapi, kami masih tinggal di Samosir. Rencana ke depan akan pindah kalau adik saya sudah selesai sekolahnya,” sambungnya.

Selanjutnya, Andreas menyampaikan, tersangka Marwan (38) harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Ia tak kuasa menahan tangis saat diminta menyampaikan harapannya di hadapan publik.

“Saya Andreas Gultom, saya anak pertama korban. Kami berharap pelaku ini dihukum setimpal dengan perbuatannya,’ ujar Andreas Gultom saat konferensi pers, Sabtu (23/7/2022).

Saat ditanyai soal sakit hati tersangka Marwan (38) terhadap kedua korban, Andreas menyampaikan, dirinya tidak mengetahuinya.

Pasalnya, ia hanya bertegur sapa ala kadarnya saat bertemu tersangka Marwan manakala berada di rumah kedua orangtuanya.

“Kalau soal itu, saya tidak tahu karena saya jarang berkumpul dengan bapak dan beliau (tersangka Marwan) ini,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan soal bentuk komunikasinya terhadap tersangka Marwan.

“Kalau ketemu, tegur sapa aja,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, tersangka Marwan tidak pernah mengancam dirinya dan adik-adiknya.

“Tidak pernah,” sambungnya.

Sebelumnya, pihak keluarga juga telah menyampaikan apresiasi atas kerja keras Polres Samosir bersama pihak Poldasu guna mengusut tuntas kasus tersebut.

 

Sumber : tribunnews.com